
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) siap mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung mobilisasi masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026.
Menurut Direktur Utama PT Pelni (Persero) Tri Andayani, untuk angkutan Lebaran tahun 2026, di setiap memasuki masa peak season, seperti layaknya periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (nataru 2025/2026).
“Kami selalu mengajukan kuota BBM yang kami sampaikan kepada BPH Migas melalui Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, dalam musim liburan panjang, seperti libur Hari Raya Idulfitri memang terdapat penambahan kuota BBM, terutama saat arus mobilitas masyarakat tertinggi yang biasanya berada dalam H-14 dan H+14 di periode mudik setiap tahunnya.
“Kalau regular ini biasanya Pelni mengonsumsi 17 ribu kiloliter (BBM), tetapi kalau masa peak season Nataru dan masa peak season Lebaran itu ada di 21.000 kiloliter,” ujar Andayani.
Dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan adanya deviasi kapal menyusul kondisi sejumlah pelabuhan yang padat oleh pemudik.
“Jadi, setiap peak season itu pasti akan terjadi deviasi kapal, karena memang di pelabuhan – pelabuhan tertentu padat penumpang, sehingga harus kami lakukan deviasi, kemudian kami melakukan penambahan frekuensi,” katanya.
Penambahan frekuensi itu, lanjut Andayani, juga diikuti dengan pergeseran kapal yang bakal membantu mengangkut penumpang di pelabuhan yang padat.
“Perbantuan kapal, yang pergeseran dari kapal – kapal Lebaran, kebanyakan padatnya di tengah dan di barat, maka kapal – kapal yang di timur itu diperbantukan, bergeser,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa kapal yang bergeser ini menggunakan BBM, sehingga terjadi penambahan kuota BBM, yang biasanya per bulan 17.000 KL menjadi kurang lebih 20.000 KL hingga 21.000 KL.
Terkait dengan usulan jumlah penambahan kuota BBM kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Andayani menambahkan, pihaknya berencana melakukan pengajuan setidaknya pada awal Februari.
“Ini yang untuk penambahan kuota BBM, untuk Angkutan Lebaran belum diusulkan ya, baru nanti di awal Februari kita usulkan, tapi BPH Migas selalu support,” tuturnya. B



