PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memproyeksikan bakal mengangkut sebanyak 5,7 juta penumpang pada tahun 2026.
“Untuk tahun 2026 ini kami memproyeksikan di sekitar 5,7 juta penumpang,” kata Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.
Dia menjelaskan, angka tersebut meningkat kurang lebih 11,76% bila dibandingkan dengan realisasi jumlah penumpang yang telah menggunakan layanan kapal angkutan penumpang Pelni tahun 2025, yakni sebanyak 5,15 juta orang.
Berdasarkan data resmi yang dibagikan oleh perusahaan, sebanyak 5.154.080 penumpang telah berlayar dengan kapal Pelni di seluruh rute sepanjang tahun 2025, termasuk perkuatan dalam konektivitas wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Perbatasan (3TP).
Menurut Andayani, realisasi jumlah penumpang pada 2025 itu pun naik menjadi sebesar 101,15% apabila dibandingkan tahun 2024 sebanyak 5.095.483 penumpang.
Capaian ini, dia menambahkan, sekaligus menjadi hasil dari upaya peningkatan pelayanan, kesiapan armada dan pengelolaan operasional yang dilakukan oleh perusahaan sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, Andayani juga memproyeksikan kebutuhan BBM operasional Pelni pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 220.000 kiloliter (KL) untuk pengoperasian 84 kapal, dengan estimasi anggaran subsidi sekitar Rp1,5 triliun.
Selain itu, dia menegaskan bahwa perusahaan dalam waktu dekat juga akan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan penggunaan bahan bakar, termasuk di dalamnya terkait dengan pengadaan kapal – kapal baru yang akan menggunakan teknologi terkini untuk mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan, serta kontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE).
“Kami akan terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal agar tetap andal, serta efisien,” tutur Andayani. B




