Pelni Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut Tahun 2026

Pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026 KM Logistik Nusantara 3 dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (dok. pelni)
Bagikan

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melepas pelayaran perdana program Tol Laut tahun 2026 KM Logistik Nusantara 3 dari Kade Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, belum lama ini.

Pelepasan pelayaran perdana ini dihadiri oleh Direktur Utama PELNI Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kementerian Perhubungan Ciptadi Diah Prihandoyono dan jajaran, serta stakeholder kepelabuhanan.

Menurut Andayani, pelayaran perdana KM Logistik Nusantara 3 ini menandai komitmen berkelanjutan Pelni dalam program Tol Laut.

“Tidak hanya mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara rutin, tetapi Tol Laut juga membantu mengurangi disparitas harga di wilayah 3TP hingga 20% hingga 40%,” ujarnya.

Pada pelayaran perdana ini, kapal mengangkut 78 TEUs terdiri dari 74 TEUs muatan kering dan 4 TEUs muatan beku.

Muatan tersebut didominasi barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting), seperti beras, minyak goreng, air mineral, serta ayam beku.

“Melalui pelayaran perdana ini, kami memastikan distribusi bapokting ke wilayah 3TP dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan. Dengan jadwal tetap dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, kami berkomitmen mendukung konektivitas dan pemerataan logistik nasional,” tuturnya.

Andayani menjelaskan, kinerja Tol Laut Pelni pada tahun 2025 mencatat total peti kemas sebanyak 13.142 TEUs atau mengalami kenaikan 6% dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025, kami mencatat muatan berangkat 9.103 TEUs didominasi bapokting dan muatan balik 4.039 TEUs berupa komoditas daerah, seperti ikan, kopra dan rumput laut. Untuk 2026, kami menargetkan volume muatan minimal setara, bahkan lebih tinggi dari capaian tersebut,” jelasnya.

Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan untuk melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak.

Trayek ini merupakan penyesuaian dari tahun sebelumnya yang melayani Trayek T-6, yaitu Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak.

Penyesuaian trayek ini dilakukan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan Tol Laut sesuai dengan kebutuhan distribusi logistik di wilayah tujuan.

Dengan demikian, kehadiran kapal diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarpulau dan menjamin kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok, serta penting ke wilayah 3TP.

Pada tahun 2026, Pelni kembali dipercaya untuk melayani delapan trayek, seperti tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut mengambil porsi hampir 20% dari total trayek Tol Laut secara nasional.

“Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan,” kata Andayani.

Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Surabaya Roni Abdullah menuturkan, Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran program Tol Laut.

Pada tahun 2026, Pelni mengoperasikan empat trayek kapal Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya untuk melayani distribusi logistik ke berbagai wilayah 3TP.

Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs.

Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat di tahun 2025.

“Capain ini mencerminkan peran Surabaya sebagai hub logistik nasional dan komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” ujar Roni. B

 

 

 

 

 

 

Komentar

Bagikan