
Sebanyak 4 unit Quay Container Crane (QCC) berukuran post panamax tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Kedatangan peralatan bongkar muat berkapasitas besar tersebut akan memperkuat operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang.
Penambahan crane modern ini menjadi langkah strategis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) untuk meningkatkan kapasitas layanan terminal sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai simpul logistik utama di wilayah Jawa Tengah.
Dengan tambahan 4 unit tersebut, total QCC di TPK Semarang kini menjadi 10 unit.
Penambahan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan terminal dalam melayani kapal peti kemas berukuran besar dan mendorong produktivitas kegiatan bongkar muat di dermaga.
Terminal Head TPK Semarang I Nyoman Sutrisna mengatakan bahwa crane yang didatangkan merupakan tipe post panamax yang dirancang untuk menangani kapal peti kemas generasi besar dengan produktivitas tinggi.
“Crane ini memiliki jangkauan (outreach) sekitar 60 meter, sehingga mampu menjangkau lebih dari 16 baris petikemas dari sisi kapal,” ungkap Nyoman.
Selain itu, crane tersebut memiliki kapasitas angkat hingga sekitar 65 ton menggunakan spreader dan dilengkapi sistem hoisting berkecepatan tinggi.
Teknologi ini memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Menurut Nyoman, penambahan peralatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan terminal.
“Penambahan QCC ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas operasional terminal. Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis pelayanan kepada pengguna jasa akan semakin optimal dan mampu mengakomodasi pertumbuhan arus peti kemas di Semarang, serta wilayah sekitarnya,” tuturnya.
Setelah kapal pengangkut bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, keempat unit crane tersebut akan menjalani proses rolling off menuju area terminal.
Selanjutnya, crane akan melalui tahapan instalasi, pengujian sistem (commissioning) dan integrasi dengan sistem operasional terminal sebelum dioperasikan secara penuh.
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Teguh Arif Handoko menilai, pertumbuhan aktivitas industri di sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah berpotensi mendorong peningkatan arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Emas.
“Kami yakin kenaikan throughput pada 2026 minimal dapat mencapai 10%. Sejumlah kawasan industri, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, Kendal Industrial Park, serta Jatengland terus meningkatkan produksi untuk tenant baru maupun yang sudah lama beroperasi,” jelasnya.
Informasi sebelumnya, dia menambahkan, menunjukkan bahwa produksi perusahaan manufaktur di kawasan tersebut masih berada di kisaran 25% kapasitas.
“Ini menjadi tantangan besar bagi Jawa Tengah, termasuk bagi pengembangan infrastruktur logistik agar mampu mendukung arus barang yang terus meningkat,” ujar Teguh.
Dia menambahkan, Pelabuhan Tanjung Emas saat ini menjadi pelabuhan utama di Jawa Tengah yang diandalkan oleh pemilik barang maupun pelaku logistik, karena dinilai memiliki kemampuan layanan pengiriman yang efektif dan efisien.
“Dengan hadirnya QCC baru di Pelabuhan Tanjung Emas, proses bongkar muat peti kemas dipastikan dapat berlangsung lebih cepat, sehingga peningkatan throughput yang terjadi dapat terlayani dengan baik. Apalagi Tanjung Emas memiliki letak yang sangat strategis untuk mendukung distribusi barang di Jawa Tengah,” katanya.
Sementara itu, dari pihak pelayaran, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang Yudi Purwanto menilai, penambahan crane di Terminal Petikemas Semarang akan berdampak positif terhadap efisiensi layanan kapal di terminal.
“Kami berharap dengan adanya tambahan crane ini, proses bongkar muat kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga waktu tunggu kapal dapat ditekan. Dengan meningkatnya produktivitas layanan di TPK Semarang, waktu tinggal kapal (port stay) di pelabuhan bisa lebih singkat dan pelayanan menjadi lebih efisien,” ungkapnya.
Dia menegaskan, peningkatan kinerja layanan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan pelayaran untuk menambah aktivitas operasional maupun membuka potensi layanan (service) baru di TPK Semarang.
Kehadiran empat QCC baru ini diharapkan semakin memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai gerbang logistik utama di Jawa Tengah dan mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional. B



