Pelepasan Pelayaran Perdana Kapal Khusus Ternak KM Camara Nusantara 4

Penyerahan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada Nakhoda kapal KM Camara Nusantara 4. (dok. kemenhub)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melepas Pelayaran Perdana Kapal Khusus Ternak Tahun 2024, yakni Kapal Motor (KM) Camara Nusantara 4 dengan rute pelayaran, yaitu Kupang – Wini – Atapupu – Banjarmasin – Kupang (Trayek RT-4) yang ditandai dengan penyerahan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada Nakhoda kapal KM Camara Nusantara 4.

KM Camara Nusantara 4 yang dioperasikan oleh PT Subsea Lintas Globalindo ini berlayar dari pelabuhan pangkal Kupang dengan mengangkut 550 ekor sapi milik 10 pelaku usaha dengan tujuan pelabuhan bongkar Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sangat concern untuk membangun konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia tengah dan timur, termasuk dengan menempatkan kapal ternak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)”, ujar Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Capt. Hasan Sadili saat menyampaikan sambutan mewakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut pada Seremoni Pelepasan Pelayaran Perdana Kapal Tol Laut Ternak Tahun 2024 di Pelabuhan Tenau Kupang, Rabu (31/1/2023).

Dia menjelaskan, program Tol Laut Ternak merupakan salah satu program pemerintah kerjasama antara Kemenhub dan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung kebijakan nasional swasembada daging sapi dan kerbau.

“Selama ini angkutan khusus ternak sudah berjalan dengan baik dan selalu mengalami peningkatan okupansi, namun masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan produktifitas secara optimal,” jelasnya.

Baca juga :   KAI Berikan Bantuan kepada Masyarakat Sebesar Rp5,5 Miliar melalui TJSL Bina Lingkungan

Capt. Hasan menambahkan, pengoperasian kapal khusus ternak bertujuan untuk menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan jadwal tetap dan teratur dengan tetap memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare).

“Program Tol Laut Ternak telah dilaksanakan sejak tahun 2015, dimana pada tiap tahunnya terus mencatatkan peningkatan dari sisi jumlah trayek yang dilayani maupun jumlah muatan yang diangkut,” ungkapnya.

Menurut data, pada tahun 2023 Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyelenggarakan sebanyak enam trayek kapal khusus ternak dan total muatan yang diangkut sebanyak 31.321 ekor.

Selanjutnya pada tahun 2024, sebanyak enam kapal khusus ternak melayani delapan pelabuhan muat dan lima pelabuhan bongkar dengan total target 116 voyage dan total target muatan selama satu tahun sebanyak 55.098 ekor ternak.

“Peningkatan layanan dan inovasi juga dilaksanakan pada tahun 2024, di antaranya meningkatkan kompetensi petugas kleder dengan pengetahunan dan keterampilan dasar-dasar keselamatan di atas kapal serta penggunaan aplikasi Sitolaut ternak dalam proses booking ruang muat di atas kapal,” tutur Capt. Hasan.

Menurutnya, yang terpenting adalah peningkatan koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar program swasemda daging sapi dan kerbau bisa berjalan optimal, termasuk saat Iduladha akan banyak permintaan dari daerah konsumen, seperti Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

Baca juga :   Hari Anti Korupsi Jadi Momentum Tingkatkan Integritas dan Perkuat Budaya Perilaku Anti Korupsi

“Saya mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan mendukung peningkatan serta inovasi layanan dalam penyelenggaraan angkutan khusus ternak, sehingga dapat lebih optimal dan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang Simon B. Baon menyampaikan apresiasi atas program kapal ternak yang telah memberikan manfaat untuk para peternak dan pelaku usaha ternak di wilayah NTT.

“Kami berterima kasih atas program Pemerintah yang telah membantu distribusi ternak dari NTT ke seluruh Indonesia menggunakan kapal ternak. Tentu ini sangat membantu para peternak dan pengusaha sehingga hewan ternak dapat didistribusikan antarpulau dengan harga murah dan kondisi ternak tetap baik, sehingga nilai jualnya tetap bagus,” kata Simon.

Turut hadir pada acara tersebut perwakilan Badan Karantina Indonesia, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan NTT, Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Distrik Navigasi Kelas II Kupang, Kepala Cabang PT Pelindo (Persero) Cabang Tenau Kupang, Direktur Utama PT Subsea Lintas Globalindo dan perwakilan Shipper Kapal KM. Camara Nusantara 4 Voyage ke-1. B

Komentar