Rencana reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung disambut gembira oleh para pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pasar Baru Bandung, Jawa Barat.
Mereka meyakini kembali beroperasinya bandara akan menjadi momentum kebangkitan sektor perdagangan, pariwisata hingga ekonomi Kota Bandung yang sempat terdampak sejak penerbangan dipindahkan ke Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) Iwan Suhermawan mengatakan, pembukaan kembali Bandara Husein merupakan kabar yang telah lama dinantikan para pedagang.
Menurutnya, keberadaan bandara menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan khususnya dari Malaysia, Singapura dan Brunei yang selama ini dikenal memiliki daya beli tinggi.
“Alhamdulillah, perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang telah mendorong reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan Presiden Prabowo yang telah memutuskan untuk mereaktivasi tersebut.
Menurut Iwan, reaktivitas Bandara Husein Sastranegara menjadi harapan baru bagi kebangkitan ekonomi Bandung.
Dia menjelaskan bahwa sebelum Bandara Husein ditutup sekitar 30% wisatawan yang datang ke Bandung melalui jalur udara masuk melalui bandara tersebut.
Kehadiran mereka tidak hanya menggerakkan roda ekonomi Pasar Baru, tetapi juga berbagai sektor usaha lain di Kota Bandung dan Jawa Barat.
Iwan menambahkan bahwa Pasar Baru telah lama menjadi destinasi utama wisatawan Malaysia yang datang ke Bandung, bahkan banyak di antaranya sengaja terbang ke Bandung dengan tujuan utama berbelanja di Pasar Baru.
“Orang Malaysia itu datang ke Bandung karena Pasar Baru. Mereka mencari busana muslim, mukena, batik hingga berbagai cendera mata. Potensi belanjanya sangat besar,” katanya.
Meski Bandara Husein Sastranegara sempat ditutup, wisatawan mancanegara tetap datang melalui Jakarta, tetapi jumlahnya menurun drastic, karena perjalanan menjadi lebih panjang dan kurang praktis.
Menyambut reaktivasi bandara tersebut, Himpunan Pedagang Pasar Baru mulai mempersiapkan berbagai langkah, mulai dari meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, memperkuat keamanan dan ketertiban hingga memastikan pedagang menyediakan produk yang berkualitas, mengikuti tren, serta memiliki harga yang kompetitif.
“Kami ingin wisatawan datang merasa nyaman dan puas. Ketika kembali ke negaranya, mereka akan menceritakan pengalaman positif berbelanja di Pasar Baru sehingga semakin banyak yang datang ke Bandung,” tuturnya.
Selain pembenahan di dalam kawasan Pasar Baru, Iwan juga berharap Pemerintah Kota Bandung dapat memperkuat pengelolaan kawasan perdagangan melalui konsep penataan khusus kawasan ekonomi Pasar Baru.
“Kalau Pasar Baru ramai dampaknya bukan hanya ke pedagang di sini, tetapi juga ke sentra – sentra produksi di Jawa Barat, seperti bordir, busana muslim, konveksi, tas hingga sepatu. Efek ekonominya sangat besar,” ungkapnya. B




