Operasional Penerbangan Bandara Internasional Dubai Dibuka Terbatas

Kawasan Bandara Internasional Dubai. dok. dubaiairport)
Bagikan

Otoritas Dubai Airports atau Bandara Internasional Dubai menyatakan bahwa operasional penerbangan akan mulai dibuka kembali secara terbatas pada Selasa, 2 Maret 2026 malam.

Sejumlah kecil penerbangan diizinkan beroperasi dari dua bandara utama Dubai, yakni Dubai International Airport (DXB) dan Al Maktoum International Airport (DWC).

Menurut informasi dari berbagai sumber, keputusan ini diambil setelah sebelumnya seluruh operasional dihentikan akibat penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah yang memicu gangguan besar pada jaringan penerbangan internasional.

Manajemen Dubai Airports mengimbau seluruh penumpang tidak datang ke Dubai International Airport atau Al Maktoum International Airport, kecuali sudah menerima pemberitahuan langsung dari maskapai dengan jadwal keberangkatan yang telah dikonfirmasi.

Langkah ini bertujuan untuk menghindari kepadatan di terminal dan memastikan proses keberangkatan berjalan lebih tertib, serta aman di tengah situasi yang masih dinamis.

Pihak bandara menegaskan bahwa penerbangan yang diizinkan beroperasi saat ini masih dalam jumlah terbatas.

Maskapai akan menghubungi penumpang yang telah dijadwalkan ulang secara langsung.

Penumpang disarankan untuk terus memantau pembaruan resmi dari maskapai masing – masing sebelum berangkat ke bandara.

Dengan Dubai sebagai salah satu hub penerbangan internasional tersibuk di dunia, pembukaan bertahap ini menjadi langkah awal pemulihan konektivitas global setelah gangguan besar di kawasan Teluk.

Maskapai Emirates mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas dari Dubai mulai malam 2 Maret 2026, setelah sebelumnya menghentikan seluruh operasional akibat penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah.

Dalam pembaruan terbarunya, maskapai Emirates menyatakan bahwa penerbangan yang tersedia saat ini masih sangat terbatas dan akan diprioritaskan bagi penumpang yang memiliki pemesanan lebih awal atau yang sebelumnya terdampak pembatalan penerbangan.

Maskapai menegaskan bahwa pelanggan yang berhasil dijadwalkan ulang pada penerbangan terbatas tersebut akan dihubungi langsung oleh Emirates.

“Oleh karena itu, penumpang diminta tidak datang ke bandara jika belum menerima pemberitahuan resmi dari maskapai,” tulis manajemen Emirates.

Langkah ini diambil untuk menghindari kepadatan di bandara dan memastikan proses keberangkatan berjalan lebih tertib di tengah situasi yang masih dinamis.

Meski beberapa penerbangan mulai kembali beroperasi, manajemen maskapai Emirates menegaskan bahwa sebagian besar penerbangan lainnya masih ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sementara itu, maskapai yang berbasis di Doha, Qatar Airways memberikan kemudahan bagi penumpang yang terdampak situasi di kawasan Timur Tengah.

Maskapai tersebut mengumumkan kebijakan khusus bagi pelanggan dengan jadwal perjalanan antara 28 Februari hingga 10 Maret 2026.

Dalam pengumuman resminya, penumpang yang memiliki tiket dengan tanggal perjalanan tersebut berhak mendapatkan perubahan jadwal tanpa biaya hingga 14 hari dari tanggal keberangkatan semula.

Selain itu, penumpang juga dapat mengajukan refund untuk nilai tiket yang belum digunakan, tapi karena tingginya jumlah permintaan layanan pelanggan, maskapai memperingatkan bahwa waktu tunggu untuk menghubungi pusat layanan kemungkinan akan lebih lama dari biasanya.

Oleh karena itu, manajemen Qatar Airways meminta hanya penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam 48 jam ke depan yang menghubungi layanan pelanggan secara langsung.

Bagi penumpang dengan jadwal perjalanan di luar waktu tersebut, mereka disarankan untuk mengelola perjalanan secara mandiri melalui situs resmi Qatar Airways atau aplikasi mobile maskapai.

Sementara itu, bagi penumpang yang memesan tiket melalui agen perjalanan atau situs pihak ketiga, maskapai menyarankan untuk langsung menghubungi agen tempat mereka melakukan pemesanan.

Sementara itu, maskapai nasional Turki, Turkish Airlines mengumumkan kebijakan khusus bagi penumpang yang terdampak situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan ini berlaku bagi penumpang yang memiliki tiket penerbangan menuju sejumlah negara di kawasan tersebut untuk periode 28 Februari hingga 12 Maret 2026, dengan tiket yang diterbitkan paling lambat 28 Februari 2026.

Negara yang terdampak kebijakan ini antara lain Iran, Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Selain itu, kebijakan serupa juga berlaku untuk penerbangan menuju beberapa negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Kota Dammam, serta Riyadh di Arab Saudi.

Dalam pengumuman resminya, Turkish Airlines menyatakan bahwa penumpang dapat mengubah jadwal penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan.

Langkah ini diberikan sebagai bentuk fleksibilitas bagi pelanggan yang terdampak gangguan penerbangan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Selain perubahan jadwal, penumpang juga diberikan opsi pengembalian dana (refund) tanpa biaya.

Tiket yang belum digunakan sama sekali dapat dilakukan refund penuh tanpa potongan.

Mengenai tiket yang sudah digunakan sebagian, pengembalian dana akan diberikan untuk segmen penerbangan yang belum digunakan.

Turkish Airlines juga memberikan opsi untuk memperpanjang masa berlaku tiket hingga 10 Mei 2026 tanpa dikenakan biaya tambahan atau penalti.

Kebijakan ini juga berlaku untuk layanan tambahan (ancillary services) yang sebelumnya telah dibeli oleh penumpang.

Manajemen Turkish Airlines menegaskan bahwa kebijakan fleksibilitas ini hanya berlaku untuk penerbangan yang dioperasikan langsung oleh maskapai Turkish Airlines dan seluruh proses perubahan atau pengajuan refund harus dilakukan paling lambat 10 Mei 2026. B

 

Komentar

Bagikan