Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda, Surabaya tetap beroperasi dengan aman dan terkendali pascacuaca buruk berupa angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) bergerak cepat melakukan pengamanan, pemeriksaan dan pemulihan untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.
“Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama,” tegasnya.
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, antara lain penerbangan makapai Lion Air, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.
Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda.
Lukman menuturkan bahwa tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.
Pada sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh.
Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak berdampak pada pesawat.
Hasil pemeriksaan memastikan landasan pacu (runway) dan apron bersih dari Foreign Object Debris (FOD), fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan tidak ada yang rusak dan beroperasi normal, serta perimeter bandara tetap terjaga.
Di area Terminal 1, terdapat pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk sisi Utara sehingga arus kendaraan sempat dialihkan dan kini telah kembali normal.
Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, tapi kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif.
Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD dan unsur internal pengelola bandara.
Sementara itu, Terminal 2 tidak mengalami dampak signifikan. Operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar, serta kondisi di dalam gedung tetap aman dan terkendali.
Terkait dengan pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk di antaranya penerbangan maskapai Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines.
Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai dengan ketentuan melalui pembaruan informasi jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.
“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” ungkap Lukman.
Ditjen Perhubungan Udara terus memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan guna memastikan operasional Bandara Juanda berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, pelayanan penerbangan, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jasa atas pengertian dan kerja sama selama penanganan dampak cuaca buruk. B




