
Pertemuan ke-13 Menteri Pariwisata ASEAN – India (M-ATM Plus India) diselenggarakan pada 30 Januari 2026 di Cebu, Filipina bersamaan dengan pelaksanaan pertemuan ke-29 Menteri Pariwisata ASEAN (M-ATM).
Kegiatan tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Pariwisata Filipina Christina Garcia Frasco dan Menteri Pariwisata India Gajendra Singh Shekhawat.
Informasi Kementerian pariwisata (Kemenpar) menjelaskan, sebelumnya ada pertemuan ke-34 Kelompok Kerja Pariwisata ASEAN – India yang berlangsung pada 27 Januari 2026.
Pertemuan tersebut mengakui nilai strategis yang terus berkembang dari kemitraan pariwisata ASEAN – India dalam mendukung ketahanan ekonomi regional.
Selain itu, pertemuan mengamati pertumbuhan yang stabil dalam perjalanan dua arah, yang didorong oleh meningkatnya permintaan akan rencana perjalanan berbasis pengalaman dan warisan budaya, serta peningkatan konektivitas udara.
India terus menjadi salah satu pasar pengunjung paling dinamis bagi ASEAN, sementara wisatawan ASEAN menunjukkan peningkatan minat terhadap warisan budaya, kebugaran (wellness) dan destinasi berbasis alam di India.
Negara India menerima 867.210 pengunjung dari ASEAN pada tahun 2024 dan 809.075 pengunjung dari Januari hingga November 2025 (provisional)
Pada saat yang sama, 5,9 juta wisatawan India mengunjungi ASEAN pada tahun 2024 dengan 4,7 juta tercatat hingga Kuartal III/2025, yang mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap ASEAN sebagai destinasi pilihan.
Pertemuan meninjau kemajuan di bawah Rencana Kerja Pariwisata ASEAN – India periode 2023 – 2027, mencatat perkembangan positif dalam pertukaran pengetahuan, kerja sama pemasaran pariwisata, jaringan komunikasi krisis pariwisata dan berbagi statistik, penelitian, serta referensi kebijakan.
Selain itu, pertemuan juga mendorong kelanjutan implementasi rencana kerja tersebut untuk mendukung pengembangan pariwisata yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan.
Catatan dari pertemuan tersebut adalah keberhasilan implementasi Tahun Pariwisata ASEAN – India 2025, yang meningkatkan visibilitas dan kerja sama operasional.
Inisiatif utama mencakup Program Pertukaran Profesional Pariwisata ASEAN – India yang diadakan di Malaysia (April 2025), Thailand (Agustus 2025) dan Vietnam (September 2025), dengan program selanjutnya yang direncanakan di India Timur Laut (Guwahati) pada Desember 2025, serta Bengaluru pada Januari 2026.
Pertemuan mencatat dengan saksama pengesahan Pernyataan Bersama Pemimpin ASEAN – India tentang Pariwisata Berkelanjutan pada KTT ASEAN – India ke-22 pada Oktober 2025, yang menyediakan kerangka kerja bersama untuk mempromosikan praktik pariwisata yang ramah lingkungan, menghormati budaya dan inklusif secara ekonomi.
Dalam konteks ini, pertemuan mendorong peningkatan kerja sama antara Organisasi Pariwisata Nasional ASEAN dan India dalam bidang – bidang, seperti konservasi warisan budaya dan keanekaragaman hayati, manajemen pengunjung berbasis data dan ketahanan destinasi.
Selain itu, pengembangan kapasitas bagi perempuan, pemuda dan UKM, serta pembentukan hubungan kelembagaan untuk pertukaran praktik terbaik secara berkala dan investasi bersama dalam infrastruktur pariwisata rendah karbon.
Pertemuan lebih lanjut mendorong kelanjutan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia pariwisata melalui program pertukaran, lokakarya pelatihan, inisiatif beasiswa dan berbagi keahlian guna memperkuat kompetensi professional, serta mendukung transformasi tenaga kerja yang sejalan dengan tren pariwisata yang sedang berkembang.
Pada pertemuan itu juga menyambut baik selesainya Kampanye Pemasaran Pariwisata ASEAN – India tahun 2025, yang menampilkan rencana perjalanan mini terkurasi yang menonjolkan kekayaan budaya dan emosional Asia Tenggara.
Para menteri pariwisata mengakui kontribusi kampanye tersebut dalam memperkuat keterlibatan wisatawan, memperdalam afinitas budaya dan meningkatkan visibilitas ASEAN.
Pertemuan mendorong kelanjutan upaya pemasaran kolaboratif untuk menjaga momentum ini dan mempromosikan lebih lanjut ASEAN, serta India sebagai kawasan pariwisata yang dinamis dan saling melengkapi.
Menyadari besarnya potensi wisata kapal pesiar, pertemuan menegaskan kembali pengembangan wisata kapal pesiar sebagai prioritas di bawah kerja sama ASEAN – India.
Selain itu, pertemuan juga mengapresiasi tindak lanjut dari Dialog Wisata Kapal Pesiar ASEAN – India 2025, yang mempertemukan instansi pemerintah, operator kapal pesiar dan otoritas pelabuhan untuk menjajaki rute kapal pesiar ASEAN – India yang layak.
Pertemuan mendorong mobilisasi sumber daya, termasuk kemungkinan dukungan dari Dana ASEAN – India (ASEAN – India Fund) guna memajukan inisiatif wisata kapal pesiar.
Pada pertemuan itu ditegaskan bahwa peningkatan konektivitas sangat penting untuk membuka potensi penuh dari kerja sama pariwisata ASEAN – India.
Ke depannya, pertemuan menyoroti Rencana Sektoral Pariwisata ASEAN (ATSP) periode 2026 – 2030 yang baru saja diluncurkan, yang akan menjadi panduan kerja sama pariwisata regional dengan fokus kuat pada keberlanjutan, konektivitas, transformasi digital, pengembangan kapasitas, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pertemuan menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan para mitra dalam mengimplementasikan ATSP dan mendorong dukungan berkelanjutan dari India melalui kerja sama teknis, pertukaran pengetahuan, serta inisiatif pengembangan kapasitas yang selaras dengan prioritas bersama.
Pertemuan menyatakan keyakinannya bahwa penguatan kerja sama ASEAN – India akan membantu mencapai tujuan strategis dari ATSP periode 2026 – 2030.
Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah dan masyarakat Filipina atas kesediaannya menjadi tuan rumah Pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN – India ke-13 dan atas keramahtamahan, serta pengaturan acara yang luar.
Pertemuan mencatat bahwa Pertemuan ke-14 Para Menteri Pariwisata ASEAN – India akan diselenggarakan di Singapura pada tahun 2027. B



