MRT Jakarta Jajaki Studi Potensi Kontribusi MRT Lin Timur Barat Fase 2

Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni (tengah) berfoto bersama dengan perwakilan para pengembang. (dok. jakartamrt.co.id)
Bagikan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta bekerja sama dengan Pemprov Banten dalam pengembangan transportasi Mass Rapid Transit (MRT).

Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lin Timur – Barat rute Kembangan – Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung dalam seremoni penandatanganan nota kesepahaman terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lin Timur Barat Fase 2 Kembangan – Balaraja antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan tujuh pengembang, yaitu PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty Tbk. (Alam Sutera) dan PT Lippo Karawaci (LippoLand).

Selain itu, PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk.), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Puri).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud dan disaksikan oleh Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.

Gubernur Pramono menjelaskan, proyek ini akan memperkuat ekosistem ekonomi kawasan. “Jika apa yang ditandatangani hari ini dapat terwujud, ini akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan. Sesuatu yang dimulai dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan persahabatan.”

Dia meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. “Semoga proyek ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global.”

Senada dengan Gubernur Pramono, Gubernur Andra Soni menuturkan bahwa kedua pihak saling membutuhkan dan mutlak bekerja sama.

“Banten membutuhkan Jakarta dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama. Kami berharap MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten, sehingga manfaat pembangunan transportasi massal dapat dirasakan secara merata,” ungkap Andra Soni.

Atas nama Pemprov Banten, dia mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif ini dan mendukung, serta meyakini sepenuhnya bahwa pembangunan transportasi massal yang terintegrasi adalah fondasi bagi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam laporannya, Direktur Utama Tuhiyat menyebutkan bahwa penjajakan ini merupakan komitmen PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam mendorong percepatan interkoneksi antarmoda transportasi publik lainnya.

Penjajakan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong percepatan interkoneksi MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lainnya.

“Bagi MRT Jakarta, ini merupakan bentuk nyata dari mandat yang diberikan kepada kami untuk membangun, mengoperasikan dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, dan andal, serta berkelanjutan,” jelasnya.

Tuhiyat menegaskan bahwa guna mewujudkan hal tersebut, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan bentuk, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya.

Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ke depannya, lanjut Tuhiyat, melalui penjajakan ini, akan dibentuk joint working group yang bertugas selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama, meliputi pengembangan jalur Kembangan – Balaraja, interkoneksi dan integrasi kawasan. B

Komentar

Bagikan