Movement Bandara Oesman Sadik Labuha 12 Kali Seminggu

Kabandara Oesman Sidik Labuha Sumariyanto. (Dok. pribadi)

Mobilitas masyarakat di tanah air sekarang ini sudah semakin tinggi dan lalu lintas transportasi terus bertumbuh seiring dengan kondisi kasus pandemi yang menurun.

Maskapai juga kembali membuka kembali rute penerbangannya, bahkan ada yang menambah jadwal penerbangan dan membuka rute baru, karena permintaan pelanggan juga bertambah.

Sebagai pintu gerbang udara yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara ini, Bandara Oesman Sadik Labuha atau biasa disebut Bandara Labuhan terus melayani penambahan rute penerbangan.

Menurut Kabandara Oesman Sidik Labuha Sumariyanto, penerbangan dari Labuha menuju ke Ternate pergi-pulang (pp) saat ini sudah mencapai enam kali setiap minggunya atau pergerakan (movement) sebanyak 12 kali seminggu.

Baca juga :   Ada Empat Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Bali
Maskapai Wings Air di Bandara Oesman Sadik. (dok. bandaraoesmansadik)

”Penerbangan dari Bandara Oesman Sadik ke Bandara Sutan Babullah Ternate sudah setiap hari, kecuali pada Rabu. Itu masih ditambah dengan pesawat-pesawat charter yang singgah,” katanya.

Menurut Sumariyanto, penerbangan yang melalui Bandara Labuha tidak hanya yang reguler, tapi juga menerima pesawat-pesawat charter yang rata-rata sebulan tiga kali hingga empat kali penerbangan.

Bahkan, pada awal tahun 2023, rute penerbangan Bandara Labuha ke Bandara Sam Ratulangi Manado dalam sebulan dua kali akan ada dua pesawat singgah.

Sampai dengan saat ini, Bandara Labuha memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 1.650 meter x 30 meter dan menunggu pengembangan selanjutnya.

Ruang tunggu di Bandara Oesman Sadik Labuha. (dok. bandaraoesmansadik)

“Kami berharap semakin banyak pelaku perjalanan dari dalam negeri maupun luar negeri yang singgah di Bandara Labuha, karena potensi yang besar untuk berbagai sektor ekonomi ada di Halmahera Selatan,” ungkap Sumariyanto.

Baca juga :   Bandara Pitu Kembali Layani Penerbangan Wings Air Ternate-Morotai

Kabupaten Halmahera Selatan di Maluku Utara memiliki potensi yang luar biasa atas sumber daya alam. Satu di antaranya adalah batu bacan.

Batu tersebut hanya ada di Pulau Bacan. Nama Bacan, beberapa waktu lalu tersohor karena salah satu jenis batu akik yang berkualitas baik datang dari pulau ini.

Selain itu, Pulau Bacan juga dijuluki “Surga Tersembunyi’ yang memiliki banyak pantai indah. Mulai dari Pantai Derbi, Pantai Nusa Ra, Pantai Sibela, Pantai Oma Moi, dan Pantai Mandaong. B

 

 

 

Komentar