Menhub Minta ASDP Prioritaskan Kapal Berkapasitas Besar

Saat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama dengan Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan rapat koordinasi, sekaligus kunjungan lapangan di Pelabuhan Merak, Banten. (dok. asdp.go.id)

Memastikan kesiapan layanan penyeberangan menghadapi Angkutan Lebaran 2024, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan rapat koordinasi, sekaligus kunjungan lapangan di Pelabuhan Merak, Banten, akhir pekan lalu.

Turut hadir pula dalam rakor kesiapan tersebut, Kakorlantas Polri Aan Suhanan, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno, Dirjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Purwantono dan Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP M. Yusuf Hadi.

Bertempat di ruang rapat Terminal Eksekutif Sosoro-Merak, Banten, Menhub mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan oleh instansinya bahwa diperkirakan akan ada kenaikan signifikan jumlah pemudik pada periode Angkutan Lebaran 2024 sekitar 50% atau mencapai 193,6 juta orang dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya 121 juta pemudik.

“Sudah diketahui bahwa akan ada kenaikan yang besar, 50% atau 193 juta orang akan mudik dan angka itu terverifikasi dengan baik. Secara khusus saya pesankan kepada ASDP dan stakeholder agar seyogyanya kapal-kapal yang besar dan kecepatan lebih tinggi itu agar didahulukan,” jelas Menhub.

Kepala Korlantas Polri Brigjen Polisi Aan Suhanan menyebut akan ada 1.9 juta kendaraan pribadi keluar dari Jabodetabek dan 22%, di antaranya akan mengarah ke Sumatra.

Dari data tersebut diprediksi sekitar 400.000 kendaraan akan melintasi Selat Sunda melalui Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Penunjang Ciwandan dan BBJ.

Baca juga :   ASDP Gandeng Telkom Luncurkan Aplikasi Monitoring Armada

“Kita akan lakukan penundaan perjalanan atau delaying system sehingga tidak menganggu arus lalu lintas reguler, ini perlu kita atur ketika pelabuhan telah padat, v/c ratio sudah tidak moderat kita akan menggunakan di tempat-tempat yang disediakan sebagai buffer zone di tol KM13, KM43 dan KM68 kemudian di Cikuasa Atas,” jelasnya.

Brigjen Pol Aan mengapresiasi pengoperasian pelabuhan perbantuan di Ciwandan dan BBJ disertai pembagian definitif untuk mendistribusikan beban pelabuhan Merak untuk menekan kepadatan antrean kendaraan.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah positif sehingga diharapkan kelancaran musim mudik kali ini dapat terealisasikan.

Untuk mengatasi prediksi lonjakan ini beberapa upaya telah dilakukan ASDP dalam meningkatkan kapasitas pelabuhan Merak.

Direktur Pelayanan dan Komersial ASDP M. Yusuf Hadi menuturkan, saat ini Pelabuhan Merak dapat menampung hingga 6.026 kendaraan kecil, atau meningkat 500 unit kendaraan dari jumlah sebelumnya sebesar 5.526 unit kendaraan kecil pada angkutan lebaran tahun lalu.

Dermaga 2 Pelabuhan Merak juga telah selesai ditingkatkan kapasitasnya dari 3.000 GRT menjadi 10.000 GRT, sehingga memungkinkan untuk kapal besar bersandar.

Efeknya, kapasitas angkut kapal pun juga naik menjadi 31.299 kendaraan kecil dibandingkan realisasi tahun sebelumnya 30.463 unit kendaraan kecil.

“Tahun ini ASDP bisa memanfaatkan lahan pelabuhan Indah Kiat yang bersebelahan persis dengan dermaga 7 Pelabuhan Merak untuk menjadi kantong parkir. Alhamdulillah atas izin Pelindo, kita bisa buat tembusan ke Indah Kiat,” ungkapnya.

Baca juga :   Satgas Covid-19 Terbitkan SE Terbaru Ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri

Jadi, dia menambahkan, ketika Pelabuhan Merak terpantau padat, bisa dialirkan lalu lintas menuju kantong parkir Indah Kiat dengan daya tampung mencapai 300 unit kendaraan.

Pada Angkutan Lebaran 2024, kapasitas pelabuhan naik 5% dari total 10.688 kendaraan kecil di tahun lalu menjadi 11.188 kendaraan kecil di tahun 2024.

Sementara itu, kapasitas kapal meningkat 2% dari sebelumnya dapat memuat 36.323 kendaraan, kini menjadi 37.159 kendaraan.

Menko PMK Muhadjir juta meminta agar pemudik dari jauh hari telah memesan tiket penyeberangan secara online melalui aplikasi Ferizy.

“Paling lambat satu hari sebelum keberangkatan supaya petugas punya kepastian berapa jumlah orang dan kendaraan yang akan menyeberang sehingga antisipasinya bisa diperhitungkan lebih presisi,” katanya.

Menhub Budi menambahkan, pemesanan tiket secara online ini dimaksudkan agar pemudik dapat mengetahui secara pasti jadwal penyeberangan kapal ferry.

Dengan begitu, pemudik dapat melakukan pengaturan waktu perjalanan menuju pelabuhan Merak sehingga kepadatan arus lalu lintas dapat diminimalisir.

Pada periode layanan Angkutan Lebaran 2024, puncak arus mudik penyeberangan diprediksi pada Sabtu (6/4) atau H-4 dan Minggu (7/4) atau H-3.

Lalu, untuk puncak arus balik Lebaran diprediksikan terjadi pada Minggu (14/4) atau H+3 dan Senin (15/4) atau H+4. B

 

Komentar