Masyarakat Antusias Hadirnya Penerbangan Perdana di Sitaro

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Joi Eltiano Bernadin Oroh (baju cokelat) saat prosesi peresmian penerbangan perintis perdana melalui Bandara Taman Bung Karno. (dok. bandara)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka rute penerbangan perintis untuk wilayah Sulawesi Utara melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Bandara Djalaludin Gorontalo.

Salah satu rute yang mulai beroperasi adalah dari Bandara Sam Ratulangi Manado pergi pulang (pp) ke Bandara Taman Bung Karno di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), juga Bandara Naha di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pesawat milik Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air sudah mendarat perdana di Bandara Taman Bung Karno yang berada di Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menandakan mulai beroperasinya penerbangan perintis.

Penerbangan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, karena tidak hanya menjadi konektivitas antarwilayah yang merupakan kawasan kepulauan, juga diharapkan mempermudah distribusi logistik.

Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Joi Eltiano Bernadin Oroh menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membuat bisa direalisasikannya penerbangan perintis melalui Bandara Taman Bung Karno ini.

Baca juga :   Sebanyak 3,6 Juta Penumpang Terlayani Di 15 Bandara Angkasa Pura Airports

“Ini menjadi simbol kemajuan daerah, karena mulai beroperasinya bandara memiliki arti yang sangat besar untuk daerah,” ujarnya saat peresmian penerbangan perintis perdana melalui Bandara Taman Bung Karno pada Minggu (18/2/2024).

Dia menuturkan bahwa aktivitas penerbangan perdana tersebut, menjadi bukti keberhasilan di balik effort atau upaya pemerintah daerah yang tidak kenal lelah untuk menghadirkan sarana transportasi yang lebih memadai bagi masyarakat.

Selain itu, lanjut Pj Bupati Sitaro, hal itu juga menjadi tonggak sejarah baru untuk kabupaten yang akrab dengan sebutan daerah 47 Pulau ini. “Secara umum, penerbangan perdana ini menjadi momen penting yang menandai awal dari suatu perjalanan atau pencapaian dari suatu upaya yang tak kenal lelah, yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.”

Dia berharap sarana transportasi udara ini ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Kabupaten Sitaro, karena Bandata Taman Bung Karno menyediakan konektivitas udara yang penting, sekaligus memungkinkan perjalanan cepat dan efisien.

Baca juga :   Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi Tinjau Kesiapan Penerbangan Haji dan Umrah di Bandara Kertajati

“Bandara ini ke depan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dengan masuknya investasi dan perdagangan yang lebih luas, serta menciptakan lapangan kerja, baik itu langsung maupun tidak langsung,” ungkap Pj Bupati Joi.

Beroperasinya Bandara Taman Bung Karno, lanjutnya, juga akan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata, karena akses transportasi yang lebih baik, sehingga memberikan dorongan signifikan para calon wisatawan untuk mempertimbangkan ke Kabupaten Sitaro.

Namun demikian, Pj Bupati Joi berharap bandara ini bisa bermanfaat pada pelayanan kemanusiaan dan kedaruratan, karena keberadaan bandara memainkan peran penting dalam pelayanan dalam dua hal tersebut.

“Sebagaimana Bandara Taman Bung Karno ini hadir, juga sebagai upaya mitigasi, karena Kabupaten Sitaro sebagai daerah rawan bencana, maka perlu dukungan aksesibilitas yang memadai sebagai sarana pendukung,” jelasnya. B

Komentar