
Lion Group bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan kegiatan kemanusiaan melalui penerbangan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung percepatan pemulihan sosial di sejumlah wilayah Sumatra bagian Utara yang terdampak bencana.
Dalam rangka mendukung pemulihan bencana di wilayah utara Sumatra, Lion Group dan Kemendagri menerbangkan sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Tidak hanya itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri beserta dukungan logistik juga diterbangkan ke Sumatra, dengan rangkaian keberangkatan pada 3 – 5 Januari 2026.
Dalam pelepasan penerbangan kloter pertama, Sabtu (3/1/2026) di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Lion Group akan menerbangkan 413 orang menuju Medan.
Dalam misi kemanusiaan ini, Lion Air, sebagai anak perusahaan Lion Group menggunakan pesawat jenis Airbus A330 dan Boeng 737.
Saat pelepasan para praja IPDN tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, penerbangan yang membawa logistik dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diharapkan membantu percepatan pemulihan Utara Sumatra pascabanjir.
Dia menjelaskan, Kemendagri mengurus praja IPDN dan ASN Mendagri ke Aceh melalui Medan, lalu mereka nanti menempuh jalur darat untuk ke Provinsi Aceh.
Ada tiga kloter, yang pertama 413 orang. Kloter kedua 414 orang dan Kloter ketiga 179 orang.
Saat ini, yang sudah ada di lokasi duluan namanya Tim Advance dengan jumlah 132 orang. “Jadi totalnya 1.138 yang tanggal 5 nanti sudah lengkap ada di sana.”
Sementara itu, Direktur Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi menuturkan, penerbangan misi kemanusiaan ini sebagai bentuk kepedulian Lion kepada masyarakat yang ditimpa musibah banjir di Sumatra.
Teruntuk tiga kloter penerbangan yang membawa praja IPDN dan ASN, Lion Group tidak memungut biaya alias gratis.
“Lion Group bersama Kementerian Dalam Negeri melaksanakan kegiatan kemanusiaan melalui pengembangan CSR untuk mendukung percepatan pemulihan sosial di sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan di Provinsi Aceh,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Capt. Daniel mengatakan, Lion Air mengoperasikan armada yang membawa para praja IPDN dan dengan tipe pesawat wide body Airbus A330 dengan kapasitas 440 penumpang dan pesawat yang lebih kecil kapasitas 215 penumpang, yaitu jenis Boeing 737.
“Yang ingin kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat adalah bahwa seluruh proses pengangkutan bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan tanpa pungutan biaya. Inilah bentuk kontribusi kami langsung kepada rakyat Indonesia, sekaligus komitmen kami dalam mendukung penanganan dan pemberdayaan pasca bencana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Daniel menambahkan, di wilayah dengan akses terbatas, transportasi udara menjadi kunci, karena pesawat tidak sekadar alat angkut, melainkan jembatan yang menghubungkan bantuan dengan kehidupan.
“Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran nyata negara dan dunia usaha penerbangan di saat masyarakat membutuhkan,” ujar Capt. Daniel. B



