Lintasan Penyeberangan Ketapang – Gilimanuk dan Padangbai – Lembar Kembali Dibuka

Kendaraan bermotor bersiap naik kapal di perlintasan Ketapang Gilimanuk. (dok. asdp)
Bagikan

Setelah penghentian operasional sementara dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi sejak Rabu (18/3/2026) di lintasan Ketapang – Gilimanuk dan Padangbai – Lembar, layanan penyeberangan kembali dibuka pada Jumat (20/3/2026).

Seiring dengan dibukanya kembali layanan, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan layanan berjalan lancar.

Sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan pergerakan pascapenutupan sementara, ASDP mengoperasikan 33 unit kapal di lintasan Ketapang – Gilimanuk, yang terdiri dari 30 unit kapal reguler dan 3 unit kapal perbantuan jenis Landing Craft Machine (LCM) yang difokuskan untuk melayani kendaraan roda dua.

Penguatan armada ini menjadi bagian dari strategi percepatan layanan, sekaligus menjaga ritme operasional agar tetap stabil di tengah peningkatan mobilitas masyarakat menjelang puncak Angkutan Lebaran 2026.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menjelaskan bahwa pengaturan operasional saat ini difokuskan pada kendaraan prioritas guna memastikan efisiensi layanan tetap terjaga.

“Fokus layanan kami arahkan pada kendaraan roda dua, mobil pribadi dan bus agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pada lintasan Ketapang – Gilimanuk, pengoperasian kapal termasuk penjadwalan dan pola operasi merupakan kewenangan regulator, yakni Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Sementara itu, ASDP berperan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan, pengaturan arus kendaraan dan kelancaran layanan di area pelabuhan.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan BPTD dan seluruh stakeholder, serta melakukan penyesuaian operasional secara real time di sisi pelabuhan, termasuk pengaturan distribusi kendaraan, agar tidak terjadi penumpukan dan layanan tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Menurut General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko, upaya percepatan layanan di lapangan terus dioptimalkan untuk menjaga ritme operasional tetap stabil pascadibukanya kembali layanan.

“Kami memastikan proses bongkar muat kapal dapat dipercepat dari rata – rata 35 menit menjadi sekitar 20 menit, sehingga perputaran kapal lebih cepat dan kapasitas layanan meningkat,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan bahwa kondisi di lapangan pasca pembukaan layanan terpantau cukup padat, tapi tetap terkendali.

“Kendaraan kami arahkan ke area parkir pelabuhan dan area manuver di depan pelabuhan, kemudian diberangkatkan secara bertahap ke dermaga. Dengan pola ini, arus tetap mengalir dan tidak terjadi antrean panjang keluar kawasan pelabuhan,” ujar Arief.

Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 16.00 Wita, arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau ramai lancar meski volume kendaraan meningkat.

Optimalisasi buffer zone di Terminal Kargo Gilimanuk juga terus dilakukan untuk menjaga kepadatan tetap terkendali.

Saat ini, terpantau tidak ada antrean kendaraan di jalur utama menuju pelabuhan seiring dengan diterapkannya pemisahan jalur untuk mobil dan kendaraan besar seperti bus dan truk logistik.

Data Posko Gilimanuk pada periode H-2 (19 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 05:00 Wita) mencatat sebanyak 22 trip kapal telah beroperasi.

Jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 2,029 orang atau meningkat 142,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan juga terjadi pada seluruh kategori kendaraan, yakni sepeda motor sebanyak 278 unit, kendaraan ringan 194 unit, truk 18 unit, dan bus 26 unit.

Total kendaraan yang diseberangkan mencapai 516 unit atau tumbuh 85,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-2, jumlah penumpang tercatat mencapai 459,640 orang atau naik 7,4%, sedangkan total kendaraan mencapai 146,963 unit atau meningkat 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan penguatan kapasitas armada dan pengaturan operasional yang adaptif, ASDP terus memastikan layanan penyeberangan tetap andal, aman dan tertib.

Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga terus ditingkatkan guna menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik.

ASDP mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas dan memanfaatkan fasilitas buffer zone yang telah disiapkan agar perjalanan berlangsung aman, serta nyaman. B

Komentar

Bagikan