
PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memproyeksikan peningkatan tingkat hunian hotel hingga sekitar 10% selama periode libur Lebaran dan Nyepi 2026.
Momen libur panjang ini dinilai menjadi pendorong penting bagi pergerakan wisatawan domestik sekaligus memberi dampak positif bagi industri pariwisata nasional.
Menurut Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia, libur Lebaran dan Nyepi tahun ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata.
“Dukungan ekosistem pariwisata InJourney, mulai dari bandara, hotel hingga destinasi, diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terintegrasi,” jelasnya.
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga dinilai dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik, sekaligus memberi kesempatan masyarakat menikmati masa liburan lebih panjang.
Guna menyambut lonjakan wisatawan tersebut, InJourney Hospitality telah menyiapkan berbagai program dan pengalaman wisata yang menonjolkan kekayaan budaya Indonesia, mulai dari warisan heritage hingga tradisi lokal yang autentik di berbagai destinasi.
Periode puncak okupansi diperkirakan terjadi pada 17 – 9 Maret 2026. Selama periode tersebut, tingkat hunian hotel yang dikelola InJourney Hospitality diproyeksikan meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara wilayah, klaster Bali diprediksi mencatat tingkat hunian tertinggi sekitar 64%, diikuti klaster Jawa sekitar 53% dan klaster Sumatra sekitar 45%, sedangkan klaster Kalimantan dan Sulawesi juga menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan kategori hotel, okupansi hotel bintang lima diperkirakan naik sekitar 5% dengan tingkat hunian tertinggi di Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel – The Heritage Collection.
Sementara itu, hotel bintang empat diproyeksikan meningkat hingga 14%, dengan performa kuat dari Truntum Kuta, Grand Inna Tunjungan dan The Manohara Hotel Yogyakarta.
Adapun hotel bintang tiga diperkirakan naik sekitar 9% dengan tingkat hunian tinggi di Inna Sindhu Beach Hotel, Cordia Hotel Banjarmasin dan Khas Tegal.
InJourney Hospitality yang merupakan operator hotel yang saat ini mengelola 40 unit hotel dan sebagai pemilik 13 portofolio hotel, telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kesiapan seluruh unit hotel dalam mengantisipasi lonjakan wisatawan selama musim libur Idulfitri dan Nyepi Tahun 2026.
Selama periode Ramadan dan Libur Idulfitri, InJourney Hospitality menerapkan serangkaian langkah strategis di seluruh hotel yang dikelolanya.
Melalui program Bersama Ciptakan Ramadhan Penuh Makna, InJourney Hospitality berupaya menghadirkan pengalaman liburan yang bermakna bagi para tamu.
Guna memastikan kesiapan menghadapi lonjakan wisatawan selama Libur Idulfitri 2026, InJourney Hospitality memperkuat kesiapan operasional melalui audit layanan F&B, housekeeping, dan engineering, optimalisasi digital check-in, serta pengawasan real-time melalui Task Force 24/7 Monitoring Center.
Perusahaan juga menyiapkan perencanaan logistik dan buffer stock untuk menjaga ketersediaan suplai, serta memastikan Human Capital Readiness and Engagement guna mempertahankan kualitas layanan.
Dari sisi komersial, berbagai program turut dihadirkan, mulai dari promo early booking, paket buka puasa dengan sajian kuliner khas Indonesia, paket Nyepi, hingga rangkaian seasonal festive events Ramadan, Idulfitri dan Nyepi untuk menghadirkan pengalaman menginap yang lebih berkesan bagi para tamu.
Untuk menyambut tingginya minat wisatawan, InJourney Hospitality menghadirkan berbagai program spesial, seperti paket menginap Hari Raya, Halal Bi Halal Buffet, hantaran Lebaran, paket Nyepi, serta berbagai promosi eksklusif melalui platform digital dan agen perjalanan daring.
Selain itu, hotel memberikan personalized guest touch, yakni welcoming dan aktivitas yang dirancang khusus untuk meningkatkan momen kebersamaan selama festive season.
Menurut Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat, InJourney Hospitality telah mengantisipasi lonjakan tingkat hunian dengan memastikan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan tetap terjaga di seluruh properti yang dikelola.
“InJourney Hospitality berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik dengan sentuhan keramahtamahan khas Indonesia di setiap touchpoint. Kami juga terus melakukan berbagai improvement dari sisi operasional, fasilitas dan peningkatan kompetensi personel guna menjamin kenyamanan para tamu selama periode Idulfitri dan Nyepi 2026,” ujarnya.
Bagi InJourney Hospitality, penguatan customer journey menjadi elemen kunci dalam membangun loyalitas tamu, sekaligus memperkuat positioning sebagai platform hospitality nasional yang kompetitif secara global.
Melalui berbagai pengalaman menginap dan bersantap yang dirancang secara tematik selama Ramadan, Idulfitri dan Nyepi, perusahaan tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga menciptakan ruang pengalaman yang memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, serta tradisi. B



