Kesepuluh Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung Ditemukan

Tim SAR Gabungan Temukan Bagian Tubuh Enam Korban Pesawat ATR 42-500 di Tebing Ekstrem Gunung Bulusaraung (Instagrammarinirtnial)
Bagikan

Satu jenazah terakhir korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah ditemukan di jurang dalam kondisi tidak utuh, sehingga korban kesepuluh kecelakaan pesawat itu sementara dievakuasi.

“Betul, korban terakhir ditemukan, korban yang kita temukan jenazah, namun ada bagian tubuh yang tidak lengkap,” kata Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii di Lanud Hasanuddin, Jumat (23/1/2026).

Dia berharap jenazah tersebut bisa segera dievakuasi ke atas gunung dan Tim SAR sebelumnya lebih dulu menemukan enam jenazah lain di lereng gunung tersebut pada Kamis (22/1/2026).

Dari enam jenazah tersebut, satu jenazah di antaranya sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar.

Setelah itu, dua jenazah lainnya menyusul dievakuasi dan tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros pada Jumat (23/1/2026) pagi.

“Pagi hari ini yang sudah terevakuasi dua jenazah di lokasi Gunung Bulusaraung sebenarnya yang sudah siap di pick up ada tiga jenazah,” ungkapnya.

Namun, tiga jenazah tersisa akan dievakuasi selanjutnya bersama satu jenazah terakhir yang baru ditemukan pagi ini.

Syafii berharap seluruh proses evakuasi bisa rampung hari ini. “Sehingga hari ini mudah – mudahan kita bisa mengevakuasi kembali empat korban.”

Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi menuturkan, jenazah terakhir korban kecelakaan ditemukan di daerah jurang pegunungan.

“Lokasinya dicoakan tebing atau jurang yang itu kalau ada sungai, apa namanya, hujan menjadi aliran air. Namun, posisinya di dalam tetap menggunakan teknik – teknis khusus,” tuturnya.

Dody memohon doa agar proses evakuasi berlangsung lancer dan Tim SAR sementara turun mengevakuasi jenazah korban ke-10 pesawat ATR 42-500.

“Ini sedang proses, maka kita mendoakan, karena rekan – rekan turun ke bawah tadi dari pagi ini baru dilaporkan. Jadi, kita bisa dibayangkan yang satu areal saja mereka harus turun ke dalam coakan jurang,” jelasnya.

Diketahui, sebanyak 10 orang menjadi korban pesawat ATR 42-500 PK-THT. Dari seluruh jenazah yang ditemukan, baru dua di antaranya yang sudah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Dua jenazah berhasil diidentifikasi, yakni crew pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai Kementerian dan Kelautan (KKP) Deden Maulana.

Dengan begitu, masih ada delapan jenazah lain yang akan dievakuasi dan diserahkan secara bertahap ke DVI untuk diidentifikasi. B

 

 

 

Komentar

Bagikan