Kereta LRT Bali Tunggu Hasil Studi Kelayakan dan Dukungan Finansial

Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali akan dibangun stasiun kereta api Light Rail Transit (LRT) menuju ke beberapa stasiun lainnya. (dok. kemenparekraf)

Proyek kereta api Light Rail Transit (LRT) transit Bali LRT tahap 1 rencananya dimulai pada September 2024.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih menunggu roses studi kelayakan proyek kereta LRT atau Lintas Raya Terpadu.

Selain studi kelayakan, Pemprov Bali juga menunggu kepastian dukungan finansial untuk proyek tersebut.

“Kami sedang mengejar supaya studi (kelayakannya) bisa cepat selesai. Sebenarnya kami juga sedang hitung, kalau secara finansial didukung dengan benar, sudah oke, bisa langsung groundbreaking,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta di Kantor Gubernur Bali, baru-baru ini.

Menurutnya, walau sedang menunggu dukungan finansial dan studi kelayakan, beberapa persiapan sudah dilakukan. Seperti soal rute dan jumlah stasiunnya.

Baca juga :   Tiket KA untuk Angkutan Lebaran 2024 Bisa Dibeli Mulai 15 Februari

Rencananya, rute dimulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, centra parkir Kuta, Seminyak dan Canggu.

Jumlah stasiunnya ada delapan, termasuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“(Jumlah tempat duduk dan waktu operasionalnya) sedang kami hitung. Jadi, berapa jumlah keretanya, tapi kami targetkan paling tidak 15 menit sekali,” jelasnya.

Pemprov Bali tetap mengupayakan pembebasan lahan meski LRT menggunakan konsep bawah tanah, karena penumpang LRT akan keluar kereta menuju bangunan stasiun di atas tanah.

Samsi menjelaskan konstruksi fisik proyekLRT di Bali akan dimulai September 2024. Konstruksi dimulai di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Kalau groundbreaking, pelaksanaan konstruksi, Maret paling cepat. Tapi, perkiraan rasionalnya, kira-kira September,” ungkapnya.

Baca juga :   Kemenparekraf Evaluasi Layanan Penerbangan Internasional ke Bali

Proyek LRT Bali yang rencananya mulai dibangun pada September 2024 merupakan proyek LRT Bali Tahap 1.

Pembangunan LRT Bali Tahap 1 akan didukung oleh dana pinjaman (loan) dari Korea Selatan.

Negeri Ginseng itu juga telah berkomitmen untuk melakukan Feasibility Study (FS) alias studi kelayakan proyek, tapi belum ada informasi terperinci berapa besar pinjamannya.

Rutenya baru akan tersambung dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai ke Kuta, selanjutnya rute akan diteruskan hingga ke Mengwi. B

 

Komentar