Kemenparekraf Dukung Bali Fab Fest Bangkitkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

Kawasan gerbang luar Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dalam pengelolaan Angkasa Pura Airports di Denpasar, Bali. (dok. bandara)
Bagikan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung Bali Fab Fest sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi para pegiat fabrikasi digital di Bali.

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan pada 12-22 Oktober 2022 di Jimbaran Hub ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di bidang fabrikasi digital.

“Upaya ini sekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekosistem inovasi lokal dengan menghubungkan mereka ke jaringan global. Hal ini sejalan dengan program Kemenparekraf dalam meningkatkan daya saing SDM di tanah air,” ujarnya dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, (28/9/2022),

Saat ini, Sandiaga menuturkan, adalah era Industri 4.0, sebuah masa saat SDM dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital.

Istilah ‘tukang’ yang selama ini dikenal sebagai profesi yang tidak terlalu glamor di masa ini pun dapat dikembangkan menjadi Tukang 4.0, yakni pekerja kreatif di sektor fabrikasi yang mampu memanfaatkan teknologi digital dan terhubung dengan jaringan global.

Baca juga :   Penutupan Pameran 1st Anniversary Grand Mercure Malang Mirama Dengan Seni Teater Tari Pengakuan Sang Rahwana

Sandiaga menjelaskan, pelaku industri kreatif di Indonesia, termasuk tukang dan perajin, saat ini sudah banyak yang diakui keahliannya di tingkat dunia.

“Bayangkan jika mereka dapat mengakses peranti yang lebih beragam seperti 3D printer atau virtual reality untuk kebutuhan prototyping maupun visualisasi sebelum membuat karya,” jelasnya.

Sandiaga berharap kehadiran Bali Fab Fest dapat mendorong lahirnya Bengkel 4.0 dan Tukang 4.0 di banyak daerah di Indonesia.

“Dengan adanya akses ke jaringan global, mereka dapat memanfaatkan rancangan dari berbagai wilayah di seluruh dunia untuk melahirkan solusi bagi permasalahan di daerah mereka sambil tetap mengutamakan kearifan lokal,” ungkapnya.

Keberadaan para Tukang 4.0 ini dimungkinkan dengan hadirnya Bengkel 4.0, yaitu makerspace dan fab lab (laboratorium fabrikasi) dengan kemampuan fabrikasi hyperlocal yang terhubung dengan ekosistem global.

“Jadi, kami berharap lewat festival ini bisa menghasilkan lapangan kerja yang lebih berkualitas khususnya di bidang fabrikasi digital,” katanya.

Baca juga :   Perantau Minangkabau Penggerak Pariwisata Sumbar

Sementara itu, Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti menyebutkan bahwa Bali Fab Fest merupakan suatu inovasi baru pengembangan SDM dengan menggabungkan inovasi digital.

“Kami melihat Bali dengan segala kekuatan komunitas dan digitalnya ini bisa mengakselerasi pengembangan SDM dan terkoneksi secara digital,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Steering Committee Bali Fab Fest sekaligus Co-founder Ilham Akbar Habibie menyatakan, Bali Fab Fest merupakan event literasi digital yang mendalam bagi para pegiat fabrikasi digital.

“Saat ini, tidaklah cukup jika kita hanya menghubungkan SDM lokal ke jaringan global. Kita juga harus menjadi bagian dari jaringan tersebut dan membangun simpul-simpul fabrikasi di berbagai daerah,” katanya.

Bali Fab Fest membuka akses bagi Bengkel 4.0 dan setiap Tukang 4.0 di setiap daerah untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan orang dari berbagai disiplin, membuat prototipe untuk kebutuhan lokal, sambil terhubung ke jaringan global. B

 

Komentar

Bagikan