
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) kembali menghasilkan Perwira Transportasi yang siap mengabdi dan memperkuat konektivitas nasional melalui Wisuda dan Pelepasan Perwira Transportasi Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang, serta Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Palembang, Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 332 Perwira Transportasi diwisuda, terdiri dari 278 lulusan Poltektrans SDP Palembang, yang meliputi 109 lulusan Diklat Pembentukan dan 169 lulusan Diklat Pelaut Peningkatan, serta 54 lulusan Politeknik Penerbangan Palembang.
Para lulusan diharapkan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) transportasi yang kompeten, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjawab tantangan sektor transportasi nasional yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Kepala BPSDMP Suharto menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan, tetapi menjadi awal pengabdian para Perwira Transportasi dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor transportasi.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal pengabdian para Perwira Transportasi kepada bangsa. Indonesia membutuhkan insan transportasi yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan konektivitas nasional,” ungkapnya.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi lintas matra sebagai fondasi dalam membangun sistem transportasi nasional yang terintegrasi, aman dan berdaya saing.
“Tema Sinergi Transportasi Nusantara Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat harus diwujudkan dalam kolaborasi nyata. Tidak ada superman dalam pembangunan transportasi, yang ada adalah super tim,” jelas Suharto.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh Perwira Transportasi untuk terus belajar, berinovasi dan bekerja sama lintas matra demi menghadirkan layanan transportasi yang semakin aman, terintegrasi, serta efisien.
Menutup sambutannya, Kepala BPSDMP berpesan agar seluruh lulusan senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme dan semangat belajar sepanjang hayat sebagai bekal menghadapi dinamika dunia kerja.
“Kompetensi akan membawa Saudara memasuki dunia kerja, tetapi integritas, karakter dan semangat belajar sepanjang hayatlah yang akan menentukan keberhasilan dalam mengemban amanah. Jadilah Perwira Transportasi yang rendah hati, bertanggung jawab, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan transportasi Indonesia,” tuturnya.
Direktur Politeknik Transportasi SDP Palembang Eko Nugroho Widjatmoko menuturkan bahwa seluruh proses pendidikan telah dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan, sehingga menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengabdian di sektor transportasi.
“Sebanyak 278 peserta berhasil menyelesaikan pendidikan yang terdiri atas program Diklat Pembentukan dan Diklat Pelaut Peningkatan. Kami berkomitmen terus menghasilkan Perwira Transportasi yang memiliki kompetensi teknis, karakter, dan profesionalisme sesuai kebutuhan industri transportasi nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Penerbangan Palembang Capt. Ahmad Hariri menegaskan bahwa lulusan Poltekbang Palembang diharapkan mampu menjadi SDM penerbangan yang unggul dan berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi udara Indonesia.
“Sebanyak 54 lulusan Tahun Akademik 2025/2026 telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Kami berharap para Perwira Transportasi dapat menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor penerbangan nasional,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi transportasi yang selaras dengan kebutuhan industri, BPSDMP terus memperkuat komitmennya dalam mencetak SDM transportasi yang unggul, profesional dan berdaya saing global guna mendukung terwujudnya sistem transportasi Indonesia yang aman, selamat, berkelanjutan, terintegrasi, serta mampu menjawab tantangan pembangunan transportasi di masa depan. B



