
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menerima penghargaan Anugerah Pelayanan Prima Mudik Lebaran dari Radio Elshinta.
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas upaya pemerintah dalam menyelenggarakan Angkutan Lebaran yang berkeselamatan.
Penghargaan Anugerah Pelayanan Prima Mudik Lebaran ini diterima Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan saat kegiatan talkshow, sekaligus pelepasan Tim Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 di Kantor NTMC Korlantas Polri, Jakarta pada Jumat (6/3/2026).
“Saya mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan mudik Lebaran yang telah menjadi tradisi. Kita semua tahu mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran sangat tinggi, jadi kolaborasi pemerintah dengan stakeholder termasuk media massa penting untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar,” ungkapnya.
Aan menilai penghargaan tersebut menjadi apresiasi, sekaligus motivasi bagi Kemenhub untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi kepada masyarakat, khususnya pada periode Angkutan Lebaran 2026 mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik.
“Berdasarkan survei diprediksi masyarakat Indonesia yang akan melakukan perjalanan atau bergerak pada masa Angkutan Lebaran ini ada sekitar 143,9 juta, artinya 50% lebih penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan,” jelasnya.
Kemenhub dan stakeholder lainnya pun tidak main – main dalam mengelola Angkutan Lebaran 2026 dan telah menyiapkan berbagai strategi.
Aan menuturkan, strategi yang disiapkan juga sudah dituangkan dalam regulasi yang disepakati Kemenhub dengan kementerian/lembaga lainnya.
Dia menyebutkan, strategi pengelolaan Angkutan Lebaran 2026 mencakup pengaturan arus lalu lintas, pembatasan operasional angkutan barang hingga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi.
“Kita sudah mengeluarkan beberapa regulasi berkaitan dengan penyelenggaraan Angkutan Lebaran, ada pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas, pengaturan lalu lintas jalan termasuk ganjil – genap, pengaturan arus lalu lintas di penyeberangan. Sarana dan prasarana tentu kita sudah siapkan untuk menjamin keselamatan,” katanya.
Lebih lanjut, dia menambahkan, untuk menjamin keselamatan transportasi darat terutama armada bus yang digunakan selama mudik Lebaran, Kemenhub terus melaksanakan inspeksi keselamatan (ramp check) pada 23 Februari hingga 29 Maret 2026.
Inspeksi keselamatan angkutan orang ini, dilakukan di Terminal Tipe A, pool – pool bus, exit tol hingga rest area.
“Ramp check ini penting, sehingga nanti kendaraan-kendaraan maupun angkutan umum yang digunakan ini sudah memenuhi syarat laik jalan. Ini salah satu kehadiran negara untuk menjamin keselamatan masyarakat yang akan menggunakan angkutan umum,” ungkapnya.
Mengingat pentingnya rampcheck kendaraan sebelum dioperasikan, dalam kegiatan ini, ramp check juga dilakukan terhadap kendaraan yang akan digunakan oleh tim ekspedisi mudik Elshinta.
Dirjen Aan turut memastikan kendaraan yang akan digunakan memenuhi aspek keselamatan dan berfungsi baik dengan memeriksa sejumlah komponen, meliputi sistem pengereman, mesin mobil, lampu, wiper, dan klakson.
Selain itu, Dirjen Aan juga mewajibkan pengemudi harus dalam keadaan baik dan cukup tidur.
Dia memastikan pengemudi telah melakukan tes kesehatan, sehingga kondisi pengemudi betul – betul prima saat bertugas.
Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga Lisye Octaviana, Dirut PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan, Pemred Radio Elshinta Haryo Ristamaji, Wapemred Radio Elshinta Krisanti. B



