
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk konsisten melakukan ramp check di seluruh moda transportasi pada masa angkutan Lebaran 2026.
Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan selama periode tersebut.
“Keselamatan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran harus jadi prioritas utama. Terkait hal ini, saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar – benar dalam kondisi laik jalan,” ujarnya saat acara Media Briefing dan Buka Puasa Bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta.
Menhub menjelaskan, di sektor transportasi darat telah dilakukan ramp check terhadap 27.664 unit bus sejak 23 Februari 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.516 unit diizinkan beroperasi, sedangkan sisanya diberikan peringatan perbaikan, dilarang beroperasi hingga dikenakan sanksi tilang.
Di sektor transportasi laut, telah dilakukan uji kelaiklautan terhadap 832 unit kapal dari total armada sebanyak 840 unit kapal.
Sementara itu, di sektor transportasi penyeberangan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 220 unit kapal dari total armada sebanyak 254 unit kapal.
Kemudian, di sektor transportasi udara, telah dilakukan ramp check terhadap 372 unit pesawat dari total armada sebanyak 564 unit pesawat.
Adapun pada sektor perkeretaapian, telah dilakukan ramp check terhadap 3.672 unit sarana dari total keseluruhan sarana sebanyak 3.687 unit.
Menhub meminta seluruh operator transportasi untuk melakukan perawatan armada dengan baik, sehingga benar – benar memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi.
Dia juga ingin seluruh pengguna transportasi umum mendapatkan pelayanan yang terbaik selama masa Angkutan Lebaran 2026.
“Semua transportasi publik harus menjamin keselamatan penumpang dan wajib memberikan pelayanan yang optimal. Ini penting agar para penumpang merasa aman dan nyaman selama di perjalanan,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Menhub juga menyampaikan update terkait Program Mudik Gratis yang diselenggaran oleh Kemenhub.
Diungkapkannya hingga 5 Maret 2026, jumlah pendaftar mudik gratis menggunakan bus telah mencapai angka 15.550 orang, dari total kuota sebanyak 15.834 penumpang.
Berikutnya, jumlah pendaftar mudik gratis sepeda motor yang diangkut menggunakan truk telah mencapai angka 172 unit, dari total kuota sebanyak 240 Sepeda Motor.
Sementara itu, jumlah pendaftar layanan Angkutan Motor Gratis dengan Kereta Api (MOTIS) telah mencapai angka 9.529 unit dari total kuota sebanyak 11.900 sepeda motor, sedangkan jumlah penumpang yang telah mendaftar sebanyak 18.382 orang dari total kuota sebanyak 28.196 penumpang.
Kemudian, untuk mudik gratis dengan kapal laut, Kemenhub menyediakan kuota sebanyak 69.232 penumpang untuk semua jalur lintasan di seluruh wilayah Indonesia.
Adapun Jumat (6/3) merupakan hari pertama pendaftaran, di mana jumlah peserta yang mendaftar mencapai 5.933 orang.
Lebih lanjut, terkait perkembangan penjualan tiket pesawat pascadiberlakukannya stimulus oleh pemerintah, data menunjukkan bahwa untuk penerbangan domestik pada periode 13 – 29 Maret 2026 jumlah tiket yang telah terjual mencapai angka 1.767.574 seat.
Tiga rute dengan jumlah penjualan tertinggi, yakni Jakarta – Denpasar, Jakarta – Medan dan Jakarta – Padang.
“Saya mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program Mudik Gratis dengan sebaik – baiknya, sehingga dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi selama masa libur Lebaran. Begitu pun dengan diskon tiket pesawat, semoga stimulus ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Menhub Dudy berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.
“Dengan sinergi dan kolaborasi yang intens dengan seluruh stakeholder, baik Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah hingga operator transportasi, saya optimistis pergerakan masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman dan terkendali,” katanya.
Sebagai informasi, jumlah pergerakan masyarakat secara nasional pada masa Angkutan Lebaran 2026 diprediksi mencapai angka 143,91 juta orang.
Provinsi tujuan terbesar adalah Jawa Tengah dengan prediksi jumlah orang bergerak sebanyak 38,71 juta orang.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, dan Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Risal Wasal. B



