Kemenhub Gelar FGD Penetapan Rencana Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Pulau Teor Maluku

Focus Group Discussion (FGD) rencana penetapan alur-pelayaran masuk Pelabuhan Pulau Teor Maluku. (dok. hubla.dephub.go.id)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) rencana penetapan alur-pelayaran masuk.

Kegiatan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 129 Tahun 2016 Tentang Alur-Pelayaran di Laut dan Bangunan dan/Atau Instalasi di Perairan.

Direktur Kenavigasian Capt. Budi Mantoro dalam sambutannya mengatakan, Pelabuhan Pulau Teor memiliki peran yang penting dalam mendukung aktivitas pelayaran lokal, pengangkutan barang dan transportasi penumpang antarpulau.

“Meskipun ukurannya mungkin lebih kecil dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan utama, Pelabuhan Pulau Teor tetap menjadi titik vital dalam sistem transportasi regional untuk mendukung perkembangan potensi sumber daya hayati laut, seperti ikan laut, rumput laut, budi daya air laut dan air payau yang tersebar di perairan laut Seram dan juga potensi wisata budaya dan wisata alam,” katanya.

Menurut Capt. Budi, dalam mendukung rencana penetapan alur pelayaran masuk Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Tipe A Kelas III Tual telah melaksanakan kegiatan survei mandiri.

Baca juga :   Tingkatkan Konektivitas Antarpelabuhan dengan KSOP Lembar Luncurkan Aplikasi Simkopel/I-Kopel

Terkait ketertiban lalu lintas kapal, pihaknya juga telah menyediakan pedoman perencanaan pembangunan dan pengembangan, pengendalian dan pengawasan serta sebagai fasilitas kepelabuhanan, baik pembangunan, pengembangan dan operasional untuk saat ini maupun saat yang akan datang.

Capt. Budi menjelaskan tujuan dari rencana penetapan alur-pelayaran masuk Pelabuhan Pulau Teor dalam rangka mendukung keselamatan dan keamanan bernavigasi, sehinga dapat mencegah adanya musibah seperti tubrukan, tenggelam, terbakar dan kandas, serta perlindungan lingkungan maritim yang mencegah, penanggulangan pencemaran dan kelestarian lingkungan maritim.

Jika pelaksanaan penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan Pulau Teor ini berjalan dengan baik, hasilnya tidak sema-mata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan Distrik Navigasi, akan tetapi dapat dimanfaatkan pula oleh instansi pemerintah lainnya.

Menurutnya, perlu dilakukan penguatan kolaborasi, komunikasi dan sinergitas antarinstansi.

“Oleh karena itu, saya mengajak hadirin untuk menciptakan sinergitas dan kerjasama antar instansi serta saling mendukung, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat,” tutur Capt. Budi.

Baca juga :   ASDP Berhasil Angkut 3,7 Juta Unit Kendaraan Logistik Hingga September 2023

Sebagai informasi, Pelabuhan Pulau Teor terletak di Pulau Teor, tepatnya di Desa Teor, Kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan pusat pemerintahan kecamatan berada di desa Wermaf Kampung Baru.

Pelabuhan ini memiliki luas dermaga 70 m2 x 8 m2, trestle 50 m2 x 6 m2, dan reklamasi seluas 100 m2 x 50 m2, serta melayani beberapa rute yakni Ambon, Pulau Seram dan Tual, serta kebutuhan logistik dan hasil bumi.

Area perlabuhan memiliki kedalaman antara 27 hingga 59 meter, yang memadai untuk akomodasi kapal berbagai ukuran.

Dermaga memiliki kedalaman yang berkisar antara 7 meter hingga 11 meter, yang mendukung aktivitas bongkar muat dan operasional dermaga.

Alur yang dirancang memiliki lebar 132 meter dan panjang 315 meter dengan sistem rute dua arah. B

 

Komentar