Kemenhub Dukung UMKM Binaan Kemendag Dipasarkan di Simpul Transportasi

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau penjualan produk lokal UMKM bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Stasiun Gambir, Jakarta. (dok. kemenhub)
Bagikan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung penuh program Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang memberikan kesempatan bagi pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) untuk memasarkan produknya di simpul – simpul transportasi.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau penjualan produk lokal UMKM bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Stasiun Gambir, Jakarta.

Alhamdulillah, saya baru saja meninjau penjualan produk UMKM di gerbong restorasi dan di pelataran Stasiun Gambir bersama Menteri Perdagangan,” ungkap Menhub.

Pada prinsipnya, dia menambahkan, sangat mendukung langkah Kementerian Perdagangan yang telah membuka akses bagi pelaku UMKM, sehingga dapat memasarkan produknya ke jaringan bisnis kereta api.

Menhub berharap agar jangkauan program tersebut dapat makin diperluas keberadaannya.

“Ke depan saya sangat berharap jangkauan program ini dapat makin diperluas, tidak hanya dipasarkan di sarana dan prasarana perkeretaapian, tapi juga di titik – titik lain, seperti di terminal, bus, pelabuhan, kapal hingga bandara,” tuturnya.

Menhub menambahkan, pemasaran produk-produk UMKM di sarana perkeretaapian sejatinya sangat potensial, karena jumlah penumpang moda transportasi ini setiap tahun sangatlah besar.

“Semoga makin banyak pelaku UMKM binaan Kemendag yang memasarkan produknya di berbagai simpul transportasi publik di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, UMKM dapat bertumbuh, perekonomian nasional pun akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Mendag Budi Santoso menuturkan bahwa sinergi dengan BUMN kereta api merupakan salah satu upaya Kemendag untuk meningkatkan daya saing dan popularitas produk UMKM di dalam negeri.

Dia mengungkapkan, produk – produk ini akan dipasarkan di 15 jalur kereta intercity dengan potensi pasar mencapai sekitar 51 juta penumpang per tahun.

“Jadi, ini adalah salah satu upaya kita agar produk-produk UMKM kita ini semakin banyak diminati oleh masyarakat. Kemarin dari 50 perusahaan yang kita kurasi, enam terpilih oleh Kereta Api, empat produknya disajikan dalam kereta, yang dua produk di Loko Cafe,” tutur Mendag.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono dan sejumlah pejabat tinggi madya di lingkungan Kemendag. B

Komentar

Bagikan