Kemenhub Dorong Pelabuhan Layani Lebih Cepat, Mudah, dan Kolaboratif

Kapal Express Bahari dengan rute Gresik-Bawean yang berangkat pada Kamis, pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur. (dok. bandara)
Bagikan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pelabuhan-pelabuhan di Indonesia melayani lebih cepat, mudah, dan kolaboratif, dalam rangka meningkatkan daya saing secara global.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, keseimbangan muatan maupun harga barang/logistik antarwilayah di Indonesia juga harus terus diupayakan.

“Secara filosofi, tugas insan perhubungan adalah menghubungkan dan mempersatukan Indonesia. Oleh karena itu, tugas kami bersama stakeholder transportasi seperti, Pelindo, Pelni, dan ASDP ini tidak ringan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Menhub menyatakan, upaya peningkatan dan perbaikan pelayanan pelabuhan sudah dari tahun ke tahun dan sudah terlihat adanya kemampuan pelabuhan untuk bersaing secara global.

“Namun, kita jangan cepat puas dengan apa yang sudah dilakukan dan harus konsisten,” katanya.

Baca juga :   Pemkot Bekasi Akan Integrasikan PeduliLindungi Di Setiap Kantor Pelayanan Dan Pemerintahan

Kemudian, lanjut Menhub, keseimbangan antarwilayah di Indonesia juga harus terus diupayakan guna menghilangkan disparitas harga barang/logistik antar wilayah barat dengan timur Indonesia.

“Saya sering mengunjungi NTT, Maluku hingga Papua, dan apa yang telah kita lakukan sudah dirasakan oleh saudara-saudara kita di sana. Namun, itu belum cukup. Kita harus terus tingkatkan muatan dari timur ke barat yang bisa memberikan nilai ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Menhub meminta stakeholders transportasi, baik Pelindo, Pelni, ASDP, dan pemerintah daerah untuk memberikan perhatian khusus demi meningkatkan performa pelabuhan di Indonesia.

“Sektor perhubungan berkontribusi sebesar 21% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada triwulan kedua tahun 2022. Momentum ini harus dijaga. Tidak cukup dengan diam, tetapi harus terus melakukan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.

Baca juga :   Ditjen Hubla Luncurkan Inovasi Redesain Pelampung Suar

Pelabuhan memiliki peran penting sebagai sarana vital penggerak perekonomian di Indonesia, yaitu sebagai simpul jaringan transportasi, dan juga sebagai penunjang kegiatan industri dan perdagangan.

Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), saat ini terdapat 636 pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan laut, 57 terminal yang merupakan bagian dari pelabuhan, dan 1321 rencana lokasi pembangunan pelabuhan, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. B

 

Komentar

Bagikan