PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara menuntaskan pemasangan 2.293 batang bantalan sintetis di 48 jembatan sebagai upaya penguatan keandalan prasarana dengan mengganti bantalan kayu yang mengalami penurunan kualitas.
Menurut Plt Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatra Utara Anwar Yuli Prastyo, penyelesaian program itu merupakan langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan lintas menjelang periode Angkutan Lebaran 2026.
Dia menjelaskan, penggantian bantalan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Sumatra Utara.
“Selesainya pemasangan bantalan sintetis semakin memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api. Material ini memiliki stabilitas yang baik serta lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan,” ungkapnya.
Program penggantian bantalan di wilayah Divre I Sumatra Utara telah berlangsung sejak tahun 2022 dan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan skala prioritas teknis.
Hingga Februari 2026, total 2.293 bantalan sintetis telah terpasang pada 48 jembatan rangka baja yang tersebar di lintas Belawan – Rantauprapat, termasuk jalur menuju Siantar dan Tanjungbalai yang pengerjaannya lebih difokuskan pada titik – titik yang membutuhkan peningkatan keandalan struktur.
Dari sisi teknis, Anwar menuturkan bahwa bantalan sintetis memiliki durabilitas tinggi dan ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan cuaca maupun paparan zat kimia dibandingkan dengan bantalan kayu konvensional.
Selain itu, kemampuan peredaman getaran dan suara tetap terjaga sehingga tidak mengurangi kenyamanan operasional.
“Dengan usia pakai yang dapat mencapai puluhan tahun, bantalan sintetis memberikan nilai tambah dari sisi keandalan maupun efisiensi perawatan jangka panjang,” ujarnya.
Anwar menambahkan bahwa penggunaan material sintetis juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip keberlanjutan.
Peralihan dari bantalan kayu ke sintetis membantu mengurangi kebutuhan material berbasis kayu, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“KAI Divre I Sumatra Utara terus mendorong penerapan teknologi yang mendukung keselamatan, sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan. Upaya ini kami lakukan agar layanan kereta api tetap andal dan ramah lingkungan,” katanya. B




