KAI Konsisten Bangun Kolaborasi

Penumpang kereta api di stasiun. (Istimewa)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) konsisten membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk terus melakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo manyatakan, KAI akan terus mengembangkan layanan berupa peningkatan kualitas sarana kereta, fasilitas di stasiun, dan pelayanan kepada para pelanggan baik layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal.

Pengembangan itu, lanjutnya, bertujuan agar layanan kereta api bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pelanggan KAI atas kepercayaannya menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk mudik dan balik Lebaran tahun ini dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya dalam keterangan perusahaan.

Baca juga :   Pemerintah Kembali Lakukan Penyesuaian Kebijakan PPLN

Didiek menjelaskan, tidak lupa juga apresiasi kepada pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta anggota komunitas pecinta kereta api, dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

“Ucapan apresiasi itu diberikan kepada yang telah mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2022,” katanya.

Sementara itu, KAI selama 22 hari arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 melayani 2.557.130 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dengan okupansi 95% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Jumlah penumpang itu terjadi selama 22 hari masa Angkutan Lebaran 1443 H/2022, yakni sejak H-10 hingga H+10 atau 22 April-13 Mei 2022.

Jika ditotal dengan perjalanan Kereta Api Lokal sebanyak 1.830.904 pelanggan, maka pada Angkutan Lebaran 2022 KAI melayani total 4,39 juta pelanggan.

Baca juga :   Pemerintah Bangun Infrastruktur Transportasi Di Pulau Kecil Dan Terluar

Jumlah ini mencapai 139% jika dibandingkan dengan program yang telah ditetapkan sebanyak 3,15 juta pelanggan.

Jumlah tersebut juga mencapai 64% jika dibandingkan dengan total pelanggan pada Angkutan Lebaran sebelum pandemi, yaitu 2019, sebanyak 6,84 juta pelanggan. B