
PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangun 5.484 unit hunian yang terintegrasi transportasi publik di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya sebagai dukungan terhadap program pemerintah pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat perkotaan.
Menurut Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, KAI mendukung program pembangunan nasional melalui pemanfaatan aset perkeretaapian untuk menghadirkan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
“Pengembangan tersebut mencakup total 5.484 unit hunian yang tersebar di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya dengan konsep kawasan berbasis transportasi publik atau Transit Oriented Development,” katanya dalam Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset KAI di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.
Pembangunan bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan pihak terkait lainnya.
Dia mengatakan, pembangunan dilakukan di kawasan Stasiun Manggarai dengan rencana delapan tower hunian yang terbagi dalam dua blok, masing – masing memiliki 12 lantai.
Dari delapan tower tersebut, total hunian yang disiapkan mencapai 2.200 unit dengan tipe unit yang akan dibangun meliputi tipe 45 dan tipe 52 bagi masyarakat perkotaan.
Pembangunan hunian di kawasan Manggarai direncanakan segera dimulai dan ditargetkan penyerahan kunci unit kepada penghuni dapat dilakukan pada awal tahun 2027.
Selain Jakarta, pembangunan hunian juga dilakukan di kawasan Stasiun Kiaracondong Bandung yang menempati lahan seluas sekitar 7.600 meter persegi.
Di lokasi tersebut akan dibangun dua tower hunian dengan total sekitar 753 unit yang dirancang menjadi kawasan hunian terintegrasi dengan sistem transportasi publik di Kota Bandung.
Pengembangan hunian juga direncanakan di kawasan Stasiun Semarang Poncol di sekitar kawasan Dr. Kariadi dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare.
Di Semarang, proyek tersebut akan menghadirkan dua tower hunian setinggi 42 lantai dengan total sekitar 1.042 unit yang terintegrasi dengan jaringan transportasi kereta api.
Sementara itu, di Surabaya, pembangunan dilakukan di kawasan Stasiun Surabaya Gubeng dengan rencana dua tower hunian yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,2 hektare.
Di kawasan tersebut akan dibangun sekitar 1.489 unit hunian dengan tinggi bangunan mencapai 52 lantai yang dirancang sebagai kawasan hunian perkotaan berbasis transportasi.
KAI menyebutkan, pengembangan hunian di kawasan stasiun bertujuan menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi melalui hunian dekat transportasi publik, pemanfaatan lahan efisien dan mobilitas masyarakat yang lebih mudah.
Perusahaan juga mencatat memiliki sekitar 320 juta meter persegi lahan di seluruh Indonesia yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) guna memperluas akses hunian perkotaan.
“Untuk dananya yang jelas ada dari porsi KAI sendiri, kemudian dari Danantara. Kemudian ada bagian dari pinjaman juga, pinjaman dalam negeri,” ungkap Bobby. B



