Kabandara Baru Mutiara SIS Al Jufrie

Rudi Ricardo, Kabandara baru di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie di Palu, Sulawesi Tengah. (dok. bandara)
Bagikan

Bekerja di bidang kedirgantaraan, khususnya di bandar udara (bandara) tentunya siap untuk selalu ditugaskan dimanapun. Pengabdian adalah kehidupan sehari-hari bagi Rudi Ricardo.

Kini dia menjabat sebagai Kepala Bandara (Kabandara) baru di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie di Palu, Sulawesi Tengah. Sebelumnya dia bertugas di Direktorat Keamanan Kementerian Perhubungan, kemudian sebagai Kabandara Haluoleo di Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Bertugas dari bandara ke bandara adalah yang biasa bagi yang mengabdikan hidupnya untuk negara di bidang kedirgantaraan,” kata Rudi Ricardo.

Bandara Mutiara Sayyid Idris bin Salim Al Jufrie atau lebih dikenal dengan nama Bandara SIS Al Jufrie yang berada di Jalan Abdul Rahman Saleh, Palu Selatan, Kota Palu, sebelumnya bernama Bandara Masovu.

Baca juga :   Layanan KRL Jogja-Solo Terus Dikembangkan

Nama SIS Al Jufrie ini diberikan oleh Presiden Soekarno ketika berkunjung ke Palu pada 10 Oktober 1957, sebagai bentuk keprihatinan.

Menurut Soekarno kala itu, Palu merupakan salah satu kota rangkaian Mutiara Khatulistiwa. Jadi, nama Lapangan Terbang Masovu berubah menjadi Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, sesuai dengan nama pahlawan nasional asal Sulawesi Tengah.

Bandara ini berada di ketinggian 86 meter (282 ft) di atas permukaan laut, dengan memiliki dua landasan pacu permukaan beraspal dan beton, masing-masing berukuran 2.500 meter x 45 meter dan berukuran 3.450 meter x 60 meter. Landasan pacu ini bisa untuk mendarat pesawat jet berbadan lebar. B


Bagikan