Jumlah Penumpang Kapal Lebaran Naik 5% Dibandingkan Tahun 2022

Para penumpang yang menggunakan penyeberangan antara Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. (dok. kemenhub)

Berdasarkan data dari Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2023, jumlah kumulatif total penumpang pada H+3 Idulfitri tahun 2023 mengalami kenaikan 3,06% dibandingkan dengan tahun 2022.

Menurut data 26 April 2023 pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB, jumlah kumulatif total penumpang kapal sebanyak 2.438.420 orang, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2022 jumlah total penumpang sebanyak 2.366.004 orang, yang artinya mengalami kenaikan sebesar 3,06%.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Wardana yang saat ini bertugas sebagai Ketua Posko Harian Angkutan Laut Lebaran 2023, Kamis (27/4/2023).

“Rinciannya untuk tahun 2023, penumpang naik sebanyak 1.253.512 orang dan untuk penumpang turun sebanyak 1.184.908 orang jika di total berjumlah 2.438.420 orang, sedangkan untuk tahun 2022 jumlah penumpang naik 1.220.195 orang dan penumpang turun 1.145.809 orang dengan total kumulatif 2.366.004 orang,” jelasnya.

Baca juga :   Kemenhub Bahas Rencana Aksi Keselamatan Dengan KSP

Lebih lanjut dia menjelaskan, Pelabuhan Namrole, Muara Siberut dan Wonreli mengalami lonjakan kenaikan signifikan pada H+3 untuk penumpang naik dibandingkan dengan tahun 2022.

Selain itu, pada seluruh Pelabuhan yang mengalami lonjakan kenaikan signifikan, tidak terdapat kondisi yang menyebabkan penumpang tidak terangkut oleh kapal.

“Pada H+3 ini, tiga pelabuhan yang mengalami lonjakan kenaikan signifikan dibandingkan dengan tahun 2022, yaitu Pelabuhan Namrole mengalami kenaikan 2225%, Muara Siberut 871.43% dan Wonreli 5440%,” jelasnya.

Namun, walaupun seluruh pelabuhan mengalami kenaikan yang signifikan, kondisi masih aman terkendali dan para penumpang terangkut semua.

Wisnu berpesan agar para calon penumpang kapal untuk selalu mengikuti aturan keselamatan, membeli tiket secara online, datang ke pelabuhan mendekati hari H keberangkatan kapal dan tidak membawa barang berlebihan.

Selain itu, tidak memaksakan diri naik ke atas kapal jika kapal sudah penuh dan selalu mengikuti petunjuk petugas di pelabuhan dan di atas kapal.

Baca juga :   Angkutan KA Perintis Batara Kresna Andal, Nyaman dan Terjangkau

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam keselamatan, untuk itu saya harap masyarakat dapat mengikuti peraturan yang ada karena keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Bagi para petugas di lapangan termasuk Anak Buah Kapal, Wisnu berpesan untuk selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan penumpang, selalu memonitor kondisi cuaca yang dikeluarkan BMKG dan memastikan ketertiban, serta kelancaran arus penumpang yang ada di pelabuhan dan yang akan naik ke kapal agar mudik tahun 2023 menjadi Mudik Aman dan Berkesan.

Saat ini, posko angkutan lebaran transportasi laut terus melakukan pemantauan di 110 pelabuhan pantau sejak 7 April hingga 8 Mei 2023.

Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat pengawasan dan koordinasi dan beroperasi selama 24 jam untuk memantau kondisi keamanan dan keselamatan pelayaran laut pada periode mudik dan balik Lebaran. B

Komentar