
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan pemeliharaan dan penanganan jalan berlubang akibat tingginya intensitas hujan di ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek (Japek).
Menurut Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo, pemeliharaan dan penanganan jalan berlubang itu dilakukan secara bertahap, terukur dan berkelanjutan.
“Penanganan jalan berlubang di ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan perjalanan pengguna jalan,” katanya.
Dia menambahkan, sejak Selasa (27/1) malam, JTT telah menyelesaikan perbaikan di sejumlah lokasi prioritas.
Penanganan jalan berlubang di ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek akan dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan.
Tim inspeksi dari JTT, lanjutnya, hingga saat ini terus bergerak melakukan pengecekan kondisi jalan di lapangan dan jika ditemukan jalan berlubang, maka akan langsung ditangani.
“Pekerjaan perbaikan kami laksanakan secara bertahap sesuai prioritas keselamatan. Sebelumnya kami menangani 150 titik mulai dari KM 14+850 sampai KM 72+400, termasuk area konektivitas penting, seperti Off Ramp dan akses keluar Bekasi Timur 1, On Ramp Karawang Barat arah Jakarta, Off/On Ramp dan GT Karawang Timur 2, hingga On Ramp Cikampek,” jelasnya.
Ria menegaskan, penanganan jalan berlubang di ruas tol akan terus dilanjutkan. Pihak JTT juga terus melakukan cek secara berkala untuk memastikan setiap tindak lanjut di lapangan berjalan dengan baik, sekaligus mengidentifikasi potensi kerusakan jalan sejak dini.
Setiap masukan dan keluhan dari pengguna jalan juga menjadi perhatian, yang ditindaklanjuti melalui cek langsung di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkesinambungan.
Menurutnya, sebagai langkah antisipasi menghadapi tingginya curah hujan, JTT juga melakukan penyesuaian pola kerja pemeliharaan.
Waktu pemeliharaan ditambah pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, yang sebelumnya berfokus pada pukul 22.00 sampai dengan pukul 05.00 WIB, guna memperkuat kesiapan penanganan dan mempercepat respons di lapangan sesuai kondisi cuaca.
JTT menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat adanya lubang jalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan perjalanan, termasuk selama proses penanganan dan pekerjaan berlangsung. B



