Jalur KRL Akan Diperpanjang hingga Sukabumi

Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek. (dok. kemenhub)
Bagikan

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikannya saat pertemuan bersama Dirut PT KAI di Tourist Information Center (TIC) Alun-Alun Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, belum lama ini.

Dia menjelaskan bahwa pertemuan ini membuka harapan baru bagi pengembangan transportasi massal di Kota Bogor.

“Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan lahan seluas 1,6 hektare di Sukaresmi untuk dijadikan stoplet kereta,” ungkapnya.

Lokasi ini diproyeksikan menjadi titik transit bagi penumpang dari wilayah Barat dan Utara Bogor, seperti Leuwiliang, Jasinga, Dramaga, Ciluer hingga Cibuluh, jadi tidak harus masuk hingga pusat kota.

“Stoplet ini untuk membagi penumpang yang datang dari wilayah barat dan utara Bogor, sehingga tidak perlu lagi masuk sampai ke alun-alun tengah kota,” jelas Dedie Rachim.

Dia menmbahkan, selain sebagai titik transit, stoplet Sukaresmi dapat digunakan sebagai stasiun, khusus pengangkutan hasil bumi wilayah Bogor Barat dan Utara, termasuk Kabupaten Bogor.

“Di wilayah Kabupaten Bogor kan masih banyak sekali para petani yang menghasilkan hasil bumi, kalau disiapkan sebuah tempat untuk akses angkutan sampai dengan ke Jakarta tentu ini akan sangat baik,” tuturnya.

Dedie Rachim juga mengusulkan pemanfaatan lahan di sekitar Stasiun Bogor, khususnya di Jalan Nyi Raja Permas, untuk dikembangkan menjadi sentra kuliner.

“Kalau kita bisa siapkan sentra kuliner yang representatif, maka perjalanan kereta yang berangkat dari Bogor ke Jakarta akan diimbangi dengan kedatangan wisatawan ke Bogor untuk menikmati kuliner, apalagi lokasinya berdekatan dengan stasiun dan alun-alun,” katanya.

Tidak hanya itu, Dedie Rachim menyebut adanya rencana untuk memperpanjang jalur KRL, tidak hanya berhenti di Stasiun Bogor, tetapi juga ke arah selatan Bogor hingga Sukabumi.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menilai diskusi dengan Wali Kota Bogor berlangsung produktif dan komprehensif.

“Tadi kami diskusi banyak dengan Pak Wali, kita berdiskusi untuk peningkatan layanan di Kota Bogor ini. Kita juga melihat bahwa potensi ke depannya itu besar sekali, tidak hanya potensi kenaikan penumpang, tapi juga ada potensi angkutan barang,” ujarnya.

Bobby menyampaikan bahwa PT KAI akan mengkaji lebih lanjut rencana pemanfaatan lahan Sukaresmi dari sisi teknis maupun komersial dan akan melaporkan kembali terkait penggunaan lahan 1,6 hektare tersebut.

Dia juga menegaskan, manajemen KAI meninjau langsung sky bridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang.

Saat ini, lanjutnya, Stasiun Paledang baru melayani kereta lokal, tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan untuk melayani kereta commuter.

“Rencana kami Stasiun Paledang yang sekarang hanya melayani kereta lokal, ada kemungkinan untuk melayani kereta komuter juga kedepannya. Nanti kita lihat dan kita tinjau lagi, yang penting bagi kami adalah tingkat keselamatan bagi penumpang itu patokan kita,” tuturnya. B

 

 

Komentar

Bagikan