ITDC Mulai Peremajaan The Nusa Dua Dongkrak Pariwisata Bali

Kawasan The Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali. (dok. itdc)
Bagikan

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Injourney Tourism Development Corporation/ITDC) melakukan peremajaan di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali guna mendongkrak daya tarik pariwisata.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, periode pengerjaan peremajaan tersebut sekitar 210 hari kerja.

“Proyek peremajaan kawasan itu merupakan tahap awal dalam kurun waktu perencanaan untuk tiga tahun mendatang,” jelasnya di sela pelaksanaan rejuvenasi kawasan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Dia menambahkan, peremajaan tersebut di antaranya pengaspalan jalan yang kurang maksimal dilakukan selama 52 tahun kawasan wisata premium itu berdiri.

Kemudian, penyegaran di sejumlah titik di kawasan pengelolaan seluas sekitar 350 hektare, seperti mempercantik taman dan pedestrian, serta menambah patung ikonik dengan ciri khas budaya Bali hingga daya tarik wisata lainnya.

Lalu, kata Fajar, pengembangan fasilitas pengelolaan sampah, penataan area Peninsula Island dan objek wisata Water Blow hingga menambah fasilitas baru untuk kebutuhan wisatawan untuk pernikahan.

“Fasilitas tambahan untuk pernikahan atau wedding gate hall dan kami perbarui tempat di Peninsula yang akan kami jadikan rekreasi baru, orang bisa berlatih selancar dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasi ITDC Troy Warroka menegaskan bahwa peremajaan kawasan akan dominan berkonsep hijau.

Sejumlah perhotelan di kawasan tersebut, lanjutnya, juga melakukan peremajaan untuk memberikan nilai tambah kepada wisatawan.

“Tidak serta merta peremajaan ini menambah bangunan baru, struktur baru, tidak. Tapi kami lihat dan kaji lagi dengan apa yang sudah ada di Nusa Dua, sehingga semua terkoneksi dengan pariwisata hijau yang dominan,” jelasnya.

Namun, dia tidak menyebutkan nilai anggaran peremajaan tersebut, karena perkembangan dinamis untuk perencanaan tiga tahun mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Nyoman Rudiarta mengapresiasi proyek peremajaan destinasi wisata di wilayahnya itu.

Dia berharap pembenahan menjadi magnet baru kepada wisatawan sehingga menambah lama tinggal dan tingkat belanja wisatawan.

“Yang paling penting juga tidak hanya pembenahan infrastruktur, tapi juga mewujudkan ekonomi masyarakat yang inklusif. Masyarakat mendapat manfaat langsung dari sektor pariwisata,” katanya. B

Komentar

Bagikan