INKA Kirim Kereta Ukur LRT Jabodebek Teknologi Pengukuran Pra Sarana KA Terbaru

Pengiriman Vehicle Maintenance Kereta Ukur Divisi LRT Jabodebek Produksi PT INKA (Persero). (dok. inka.co.id)

PT INKA (Persero) memperkenalkan pengembangan teknologi terbarunya, yakni Kereta Vehicle Maintenance Measurement Car (VMMC) atau biasa disebut kereta ukur yang dirancang untuk jalur Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Kereta ukur tersebut dikirim pada Senin, 11 Desember 2023. Teknologi pada kereta ini adalah untuk mengukur kondisi track, memastikan keselamatan dan fungsi optimal pengoperasian LRT Jabodebek.

Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero) Agung Dwi Cahyono mengemukakan, terobosan teknologi ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diintegrasikan pada sarana kereta api terbaru PT INKA, khusus untuk lintasan LRT Jabodebek.

Dengan kecepatan operasi hingga 80 km/jam, Agung menilai, kereta ini mendefinisikan ulang tentang standar perawatan pra sarana dan memberikan perpaduan antara kecepatan pengukuran dan kepresisian yang terintegrasi dalam satu sistem database.

“PT INKA berkomitmen terhadap inovasi dan keunggulan terlihat jelas pada kereta VMMC sarana LRT Jabodebek dan yakin teknologi ini akan menjadi tolok ukur baru dalam pengukuran kondisi pra sarana perkeretaapian demi menunjang keselamatan, serta efisiensi operasional sarana perkeretaapian, sehingga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan dan keandalan angkutan berbasis rel,” ungkapnya.

Baca juga :   Trafik Penumpang Angkasa Pura Airports Semester 1 Tahun 2022 Tumbuh 55,9%

Agung menjelaskan, kereta ukur tersebut memiliki keunggulan antara lain keakuratan dalam hasil pengukuran, pengukuran secara otomatis dan cepat, serta database yang terintegrasi.

“Dengan keunggulan itu, akan tersajikan data akurat tentang prasarana untuk dilakukan tindakan pencegahan untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan,” katanya.

Adapun fitur utama pada VMMC meliputi pengukuran presisi untuk kondisi geometry rel, wesel dan track dengan metode laser dan kamera optik.

Pengukuran terhadap geometry third rail dan pemantauan kondisi lintasan dengan dibantu AI (image recognition) menggunakan teknologi laser dan kamera optik yang mutakhir untuk mendeteksi kondisi abnormal pada permukaan track yang sulit dideteksi, serta pengukuran pada kondisi rel menggunakan teknologi ultrasonik untuk mengetahui deteksi dini cacat.

Baca juga :   Kemenhub Melalui BPTJ dan Pemkot Bekasi Sepakat Pengembangan Angkot dengan Skema BTS

Peningkatan kemampuan keamanan dan pemantauan dengan sistem berbasis kamera optik untuk memastikan kondisi track yang aman dan terjamin bagi penumpang dan operasional kereta api.

Kereta Ukur VMMC ini memiliki spesifikasi umum, yakni panjang badan kereta 16.550 mm, lebar badan kereta 2.440 mm, tinggi badan kereta dari atas rel 3.700 mm, kecepatan desain 90 km/h, kecepatan operasi 80 km/h, beban gandar maksimum 12 ton, lebar sepur (track yang digunakan 1.435 mm. B

 

Komentar