InJourney Targetkan Kelola 106 Hotel pada Tahun 2026

Hotel Grand Inna Malioboro yang berubah nama menjadi Grand Hotel De Djokja. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

InJourney berencana menambah jumlah hotel yang dikelola, dari yang sebelumnya 39 unit hotel menjadi 106 unit hotel pada tahun 2026.

Menurut Direktur Utama InJourney Maya Watono, proses konsolidasi untuk mencapai target 106 unit hotel tersebut saat ini sedang dalam tahap aksi korporasi.

“Hotel sekarang yang dikelola kan ada 39, nanti tahun ini akan dikonsolidasi ke 106 hotel,” katanya dalam acara Press Conference bertajuk 4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia di Sarinah, Jakarta.

Pembahasan mendalam mengenai rencana ini juga tengah berlangsung dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara selaku pemegang saham InJourney.

Alasan konsolidasi tersebut, Maya menambahkan, masih belum dapat diungkapkan sepenuhnya, tapi pentingnya setiap entitas bisnis untuk fokus pada core business.

Sebagai contoh, bandara harus fokus pada bisnis kebandarudaraan, begitu pula hotel yang harus berkonsentrasi pada bisnis perhotelan.

“Mungkin dalam dua sampai tiga bulan ke depan baru saya bisa ungkap, tapi memang kami mengiring semua ini kembali kepada core business. Tidak lagi melakukan bisnis yang tidak sesuai dengan core bisnis,” ungkapnya.

Tujuannya, Maya menegaskan, supaya InJourney fokus terhadap bisnis dan melakukan bisnis model yang fundamental dan berkelanjutan ke depan.

Menurutnya, dengan bertambahnya hotel yang dikelola oleh InJourney, tentu karbon foodprint yang dihasilkan juga turut meningkat.

“Kami berkomitmen untuk mengurangi emisi 4.000 ton karbon dioksida, dan komitmen ini akan kami laksanakan tahun ini dengan nyata,” ujar Maya.

Pengurangan emisi karbon ini, lanjutnya, diimplementasikan di berbagai sektor yang dikelola oleh InJourney.

Mulai dari penggunaan panel solar di 37 bandara, mengurangi listrik di bandara, dan mengelola manajemen sampah di hotel hingga penanaman pohon.

Tidak hanya itu, kata Maya, sebagai upaya mengurang emisi karbon, InJourney juga akan mengembangkan beberapa area mangrove di Mandalika, Nusa Dua dan di melakukan penanaman pohon di berbagai aset destinasi InJourney.

“Ini kami lakukan untuk dampak nyata pelestarian lingkungan Indonesia, karena memang yang kami lakukan sebenarnya adalah pelestarian secara fundamental,” tuturnya. B

 

 

 

Komentar

Bagikan