
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatatkan total 10,2 juta penumpang yang menggunakan jasa 37 bandara kelolaan mereka sepanjang periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Puncak arus balik terjadi pada 4 Januari 2026 dengan jumlah pergerakan harian menyentuh hampir 560.000 penumpang.
Secara keseluruhan, pergerakan pesawat selama periode ini mencapai sekitar 76.000 penerbangan, termasuk penggunaan 2.000 penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengakomodasi tingginya permintaan di rute – rute populer.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, menyampaikan bahwa meskipun realisasi penumpang sedikit di bawah prediksi awal, pengelolaan lalu lintas udara tetap berjalan optimal.
“Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pengguna jasa, dan juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada layanan yang dinilai belum sempurna,” ungkapnya melalui keterangannya.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) masih menjadi pusat keramaian utama dengan melayani 3,5 juta penumpang, sehingga mengukuhkan posisinya sebagai bandara tersibuk di Indonesia.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) di Bali dengan 1,4 juta penumpang, diikuti oleh Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Kualanamu Deli Serdang.
Kelima bandara tersebut menjadi penopang utama konektivitas selama musim liburan.
Salah satu catatan positif dari operasional tahun ini adalah meningkatnya efisiensi penggunaan waktu penerbangan.
Utilisasi slot time di seluruh bandara InJourney selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) hampir menyentuh angka 90% atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025 yang hanya sebesar 84%. B



