
Tingginya mobilitas masyarakat saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2025/2026) dipastikan kembali menguji kapasitas simpul-simpul transportasi nasional.
Pemerintah sejak awal sudah memetakan titik – titik yang berpotensi menjadi pusat kepadatan, tidak hanya di bandara utama, tetapi juga di stasiun, terminal hingga pelabuhan penyeberangan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, ada sejumlah simpul transportasi yang diprediksi menjadi yang terpadat selama periode libur panjang akhir tahun.
“Fokus pengamanan dan pengaturan lalu lintas penumpang pun diarahkan ke lokasi – lokasi tersebut,” katanya dalam sidang Kabinet Paripurna, baru – baru ini.
Simpul transportasi terpadat nasional pada saat libur Nataru 2025/2026 adalah sebagai berikut:
- Stasiun Pasar Senen
- Stasiun Yogyakarta
- Bandara Soekarno-Hatta
- Terminal Kampung Rambutan
- Terminal Arjosari Malang
- Pelabuhan Makassar
- Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
- Penyeberangan Merak – Bakauheni.
Mengantisipasi tingginya pergerakan tersebut, Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan sarana dan prasarana lintas moda.
Penyiapan armada dilakukan secara nasional agar kapasitas angkut tetap terjaga dan tidak terjadi penumpukan ekstrem di satu moda tertentu.
Selain itu, koordinasi dengan operator dan pemerintah daerah juga menjadi kunci agar layanan tetap berjalan optimal di tengah lonjakan permintaan.
“Kesiapan sarana dan prasarana transportasi pendukung. Untuk transportasi darat, kami menyiapkan 31.433 bus, transportasi laut 711 kapal, transportasi kereta api 2.670 kereta api, transportasi udara 368 pesawat, dan transportasi penyeberangan 253 kapal penyeberangan,” jelas Menhub.
Di sisi lain, pola perjalanan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah.
Preferensi moda transportasi sangat memengaruhi kepadatan di jalan raya maupun simpul transportasi darat.
Tren ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyesuaikan pengaturan lalu lintas, rekayasa jalan hingga pembatasan operasional di titik tertentu.
“Moda transportasi yang paling banyak dipilih masyarakat, dengan 51,12 juta orang atau 42,78% dari total responden, memilih menggunakan mobil pribadi, diikuti oleh moda transportasi lainnya,” ungkapnya.
Selain lokasi dan moda, waktu puncak pergerakan juga sudah dipetakan. “Informasi ini menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari kepadatan ekstrem.”
Pemerintah juga mengimbau agar pemudik tetap memantau informasi resmi dan memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan.
Adapun, lonjakan tertinggi akan terjadi pada dua momentum utama. “Puncak kemacetan akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 untuk arus keberangkatan dan Jumat, 2 Januari 2026 untuk arus balik atau kepulangan. B



