Konflik yang terjadi di Timur Tengah turut berdampak pada industri penerbangan nasional.
Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia mengakui bahwa gangguan penerbangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir turut memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem kebandarudaraan yang dikelola.
“Apa yang terjadi dua hari yang lalu atau tiga hari yang lalu itu sudah pasti berdampak untuk ekosistem kita,” jelasnya dalam konferensi pers di Sarinah Jakarta.
Dia menuturkan, peristiwa geopolitik yang terjadi belakangan ini telah memicu pengalihan penerbangan dari sejumlah bandara yang terdampak.
Kondisi tersebut, secara otomatis turut memengaruhi bandara – bandara lain dalam jaringan InJourney.
“Pengalihan pesawat dari seluruh bandara yang terimpak itu juga pasti terimpak ke tempat bandara – bandara yang dikelola oleh InJourney itu sudah pasti. Kalau pengalihan itu terjadi cancellation, efeknya, multiplier efeknya sudah pasti ke semua ekosistem yang ada di In Journey,” katanya.
Namun, Veronica menegaskan, dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada operasional penerbangan semata, tetapi juga merambah ke seluruh rantai ekosistem bandara, mulai dari layanan ground handling, tenant komersial, logistik hingga aktivitas penumpang.
“Pasti berpengaruh. Itu pasti sangat berpengaruh dan kita semua tidak tahu ini akan berapa lama, bagaimana dan sebagainya,” ungkapnya.
Dia menambahkan, InJourney terus melakukan penyesuaian ruang lingkup kerja dan mitigasi operasional berdasarkan perkembangan situasi terkini.
Upaya tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan layanan kebandarudaraan tetap berjalan optimal di tengah dinamika yang terjadi.
“Kami selalu melakukan ruang lingkup yang harus kami kerjakan berdasarkan apa yang terjadi tiga hari yang lalu,” katanya. B




