
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan dengan Japan Tourism Agency (JTA) yang dipimpin oleh Commissioner Shigeki Murata, sebagai bagian dari rangkaian penguatan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Jepang.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperdalam dialog strategis antara kedua negara, khususnya dalam berbagi pengalaman dan pembelajaran terkait pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar menyatakan, ketertarikan Indonesia untuk mempelajari strategi Jepang dalam mengembangkan sektor pariwisata, termasuk target ambisius Jepang untuk mendatangkan 60 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2030.
Strategi tersebut dinilai relevan bagi Indonesia yang juga tengah memperkuat daya saing pariwisata melalui pengembangan destinasi berkualitas dan pengelolaan arus wisatawan yang berkelanjutan.
Selain itu, Menpar juga menyoroti pentingnya gastronomi sebagai bagian dari kekuatan identitas pariwisata suatu negara.
Jepang dinilai berhasil menjadikan kuliner sebagai salah satu daya tarik utama yang memperkuat citra pariwisata globalnya.
“Kami melihat bagaimana Jepang berhasil menjadikan gastronomi sebagai bagian penting dari daya tarik pariwisatanya. Indonesia juga tengah mengembangkan pendekatan serupa melalui program Wonderful Indonesia Gastronomy,” jelasnya.
Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berharap Japan Tourism Agency dapat menjadi mitra dalam pengembangan jejaring gastronomi yang akan didorong pada tahun 2026.
Indonesia saat ini juga tengah memimpin pengembangan ASEAN Gastronomy Network, yang bertujuan menghubungkan kekayaan kuliner, pertanian dan tradisi budaya sebagai bagian dari pengalaman wisata di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi dengan Jepang diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, promosi bersama dan pengembangan ekosistem pariwisata gastronomi di kawasan.
Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama pariwisata yang inovatif, berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta pertukaran budaya antara kedua negara. B



