Hutama Karya Tandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit Sindikasi

Penandatanganan Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi. (dok. hutamakarya)
Bagikan

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi.

Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan proyek, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan berkesinambungan sesuai rencana.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Wilan Oktavian, dan Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Gunawan.

Selain itu, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Dukungan dan Penjaminan Pemerintah Kementerian Keuangan Farid Arif Wibowo, serta Analis Keuangan Negara Ahli Muda Bidang Tugas Pembiayaan dan Risiko Keuangan Penyetaraan Kementerian Keuangan Oscar Aries Dwina Aji Sayoga.

Turut hadir pula perwakilan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Hari Mochamad Rochim dan Dedy Herdiyanto, serta Kepala Bidang Investasi BPJT Terasia Mayangriani.

Ada juga perwakilan Danantara Asset Management Bangun Imanullah, Arva Bhagas dan Praditya Rizky Nugroho.

Selain itu, hadir pula perwakilan pejabat dari Bank Mandiri, BRI, BSI, BCA, Bank Mega, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), beserta mitra strategis, serta para tamu undangan.

Dari Hutama Karya, kegiatan ini dihadiri Direktur Utama Koentjoro, Wakil Direktur Sugeng Rochadi, Direktur Keuangan Eka Setya Adrianto dan Direktur Operasi III Iwan Hermawan.

Nilai fasilitas pembiayaan yang ditandatangani mencapai Rp13.645 miliar dan direalisasikan melalui skema sindikasi yang melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk., serta PT Bank Mega Tbk.

Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembiayaan infrastruktur strategis yang berdampak luas.

Pada kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menjelaskan, Ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 km merupakan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan hingga Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Kehadirannya akan mengintegrasikan jaringan tol dari Selatan hingga Utara. Keterhubungan antarkawasan pada jalur logistik utama dipastikan semakin kuat.

“Keberadaan ruas ini diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan, menurut kajian Core Indonesia (2024), penghematan waktu tempuh ruas ini sekitar 59,05%. Peningkatan efisiensi tersebut diharapkan turut berdampak pada peningkatan keselamatan, kenyamanan dan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ruas tol ini diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan aktivitas ekonomi setempat.

Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan lebih konsisten, sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan secara bertahap.

Perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi porsi pendanaan proyek.

Dukungan dari konsorsium perbankan dan lembaga nonkeuangan mencerminkan kepercayaan, serta komitmen yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur.

Hutama Karya berkomitmen mengelola pendanaan secara prudent, transparan dan akuntabel, serta memastikan pelaksanaan konstruksi mengedepankan mutu dan keselamatan agar manfaat konektivitas, serta efisiensi logistik dapat segera dirasakan.

Mardiansyah menambahkan, Hutama Karya mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam terwujudnya kerja sama sindikasi tersebut.

“Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar – besarnya bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju, tangguh dan berdaya saing global. B

 

 

 

 

Komentar

Bagikan