Gubernur Jakarta Resmikan Pembangunan Entrance MRT Stasiun Harmoni

Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan entre (entrance) 1 dan 2, serta suar penyejuk dan suar ventilasi (cooling tower and ventilation tower) Stasiun Harmoni di area parkir pertokoan Duta Merlin, Jakarta. (dok. jakartamrt.co.id)
Bagikan

Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung menghadiri peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Entre (Entrance) 1 dan Entre 2, serta suar penyejuk dan suar ventilasi (cooling tower and ventilation tower) Stasiun Harmoni di area parkir pertokoan Duta Merlin, Jakarta.

Pembangunan fasilitas pendukung stasiun ini dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2.186 meter persegi yang terletak di sisi Barat Stasiun Harmoni.

Seremoni turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono.

“Pembangunan MRT Jakarta menandai keseriusan Pemerintah Provinsi Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Pramono.

Harmoni, lanjutnya, merupakan pusat bisnis yang strategis sehingga pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) akan menumbuhkan kembali simpul aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jakarta, kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran MRT Jakarta. Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, bahkan jika memungkinkan lebih cepat, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jakarta,” tuturnya.

Direktur Utama PT MRT jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 2A ini merupakan tahapan penting dalam melanjutkan pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan modern di Jakarta.

“Stasiun ini memiliki panjang sekitar 252 meter dan terletak di kedalaman hingga 17 meter di bawah permukaan tanah. Terdiri dari dua lantai, stasiun ini dilengkapi dengan tujuh entre, yaitu dua di sisi Barat, dua di sisi Timur dan tiga di bagian tengah yang terintegrasi dengan halte BRT Transjakarta,” ungkapnya.

Stasiun Harmoni merupakan bagian dari paket kontrak CP202 pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan bersama dengan Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar.

Stasiun Harmoni terletak di salah satu kawasan tersibuk di Jakarta. Jumlah entre tersebut diharapkan dapat memudahkan lalu lintas pelanggan.

“Stasiun ini akan menjadi salah satu stasiun transit dan terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya,” tegas Gubernur Pramono.

Selain itu, interkoneksi ini akan mendorong peningkatan angka keterangkutan dan mengurangi penggunaan transportasi pribadi, sedangkan Stasiun Harmoni ditargetkan beroperasi pada tahun 2029. B

 

Komentar

Bagikan