Garuda Indonesia Tidak Lagi Jadi Maskapai Bintang Lima versi Skytrax

Sejumlah armada maskapai penerbangan Garuda Indonesia di bandara. (dok. hubudkemenhub)
Bagikan

Skytrax merilis peringkat maskapai Garuda Indonesia turun dari bintang lima menjadi bintang empat.

“Garuda Indonesia, yang dulunya merupakan maskapai Bintang 5, sedang menjalani masa restrukturisasi,” tulis laman resmi Skytrax.

Dengan banyaknya produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat ketinggalan zaman dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi maskapai Bintang 4,

Lebih lanjut disampaikan, meskipun standar layanan staf maskapai Garuda Indonesia dinilai tetap baik, tap standar produk telah menurun terlalu drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Hasilnya, menggeser peringkat yang semula tersertifikasi sebagai maskapai Bintang 5, menjadi maskapai Bintang 4.

Penilaian produk yang dimaksud mencakup: tempat duduk, fasilitas, makanan dan minuman, IFE (In-Flight Entertainment), dan kebersihan, sedangkan untuk penilaian layanan mencakup staf kabin dan staf darat.

Sebagai informasi peringkat ini diperoleh setelah analisis mendetail terhadap standar kualitas maskapai penerbangan atau bandara oleh kantor audit Skytrax.

Peringkat menggunakan skala kualitas dari Bintang 1 hingga peringkat eksklusif Bintang 5 untuk maskapai penerbangan dan Bintang 5 untuk bandara.

Peringkat didasarkan pada penilaian standar produk dan layanan lini depan maskapai penerbangan dan bandara, menggunakan sistem peringkat yang terpadu dan konsisten.

Peringkat berfokus pada kualitas pengalaman pelanggan untuk faktor produk dan layanan yang relevan.

Berikut hasil pemeringkatan Garuda Indonesia versi Skytrax 2026 berdasarkan kelasnya:

Penerbangan jarak jauh

Kelas Bisnis: Bintang 3,5.

Kelas Ekonomi: Bintang: 3,5.

Penerbangan jarak pendek

Kelas Bisnis: Bintang 4.

Kelas Ekonomi: Bintang 4. B

 

Komentar

Bagikan