Garuda Indonesia Targetkan 118 Armada di Tahun 2026

Sejumlah pesawat maskapai Garuda Indonesia. (dok. garudaindonesia)
Bagikan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan tahun 2026 sebagai Fase Turn Around kinerja Perseroan.

Target ini sejalan dengan pemulihan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan struktur permodalan dan berbagai inisiatif bisnis, serta operasional.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi yang terus dijalankan oleh Garuda Indonesia Group untuk memperkuat fondasi bisnis ke depan.

Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar US$3,22 miliar, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring fase konsolidasi operasional untuk memperkuat fundamental bisnis.

Adapun penurunan kinerja Garuda Indonesia Group utamanya dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas produksi pada Semester I/2025, dengan jumlah unserviceable aircraft masih menunggu scheduled maintenance.

Pada tahun ini, Perseroan turut mencatatkan rugi bersih sebesar US$319,39 juta. Hal ini turut dipengaruhi oleh fluktuasi kurs dan peningkatan biaya fixed cost seiring intensitas program pemulihan serviceability armada yang belum serviceable.

Garuda Indonesia Group terus memaksimalkan jumlah serviceable aircraft di akhir tahun 2025 menjadi sedikitnya 99 armada dari sebelumnya sekitar 84 armada per Juni 2025.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan, adapun total unserviceable armada pada akhir tahun 2025 sebanyak 43 pesawat yang saat ini tengah dalam tahapan penyelesaian perawatan armada.

“Ditengah tantangan optimalisasi kapasitas produksi tersebut, jumlah penumpang tercatat 21,2 juta, terkoreksi 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya dalam keterangannya.

Mengenai tren tekanan kinerja Garuda Indonesia di tahun buku 2025, juga turut dipengaruhi oleh penurunan passenger yield, tekanan nilai tukar Rupiah dan tantangan rantai pasok industri aviasi global yang berdampak pada biaya, serta proses perawatan.

Ke depan, dengan progres pemulihan armada dan implementasi transformasi yang konsisten, Garuda Indonesia optimistis kapasitas produksi, serta kinerja operasional akan membaik secara bertahap menuju fase pemulihan yang lebih solid. B

Komentar

Bagikan