Ditjen Perhubungan Udara Adakan Rakor I Angkutan Udara Perintis di Daerah 3TP

Penyelenggaraan angkutan udara perintis merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani daerah Terpencil, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan (3TP) atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain.

Untuk itu dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan angkutan udara perintis di daerah 3TP itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) melalui Direktorat Angkutan Udara menggelar Rapat Koordinasi I Angkutan Udara Perintis Tahun Anggaran 2023 di Denpasar, Bali mulai Senin (15/5/2023).

Direktur Angkutan Udara Putu Eka Cahyadhi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan angkutan udara perintis turut mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah di 3TP.

Selain itu, juga mewujudkan stabilitas, pertahanan dan keamanan, serta mengatasi disparitas harga di wilayah 3TP.

“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan udara perintis tersebut, maka diperlukan komunikasi dan koordinasi antara pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah, penyelenggara bandara dan operator penerbangan,” ujarnya.

Rapat koordinasi (Rakor) dihadiri oleh Direktur Advokasi Pemerintah, Pusat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui daring, dan dihadiri secara fisik oleh Perwakilan Direktorat Teknis dan KPA Angkutan Udara Perintis.

selain itu, hadir Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara, perwakilan dari Bagian Perencanaan dan Bagian Hukum Setditjen Perhubungan Udara serta Pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara selaku operator pelaksana kegiatan angkutan udara perintis tahun anggaran 2023.

Baca juga :   Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani Kedatangan 34 Pesawat VIP Delegasi KTT G20

Pembahasan dalam Rakor tersebut, yaitu terkait evaluasi penyelenggaraan angkutan udara perintis, subsidi angkutan udara perintis dan kargo tahun anggaran 2022 dengan sebaran 21 korwil yang terbagi menjadi 228 rute perintis penumpang, 41 rute perintis kargo dan satu rute udara kargo.

Selain itu  juga dibahas pelaksanaan angkutan perintis dan subsidi angkutan udara kargo tahun 2023 dengan jumlah sebaran 21 korwil, 220 rute perintis penumpang, 40 rute perintis kargo dan satu rute udara kargo, serta pembahasan usulan rute dan program kegiatan angkutan udara perintis penumpang dan angkutan udara kargo tahun 2024.

“Untuk evaluasi pelaksanaan angkutan udara perintis sesuai DIPA tahun anggaran 2022, sebanyak Rp550 miliar dialokasikan untuk anggaran angkutan udara perintis penumpang, dan anggaran angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM),” ungkapnya.

Ada juga alokasi untuk frekuensi penerbangan perintis, penumpang penerbangan perintis, dan anggaran angkutan udara perintis kargo, anggaran angkutan BBM perintis kargo, serta anggaran subsidi angkutan udara kargo. Semua telah berjalan dengan baik dan lancar.

Adapun operator penerbangan perintis dan subsidi angkutan udara kargo tahun anggaran 2022 yang melayani adalah PT ASI Pudjiastuti Aviation, PT Marta Buana Abadi, PT Asian One Air, PT Trigana Air Services, PT Semuwa Aviasi, PT Reven Global Air Transport, PT Mega Basana Nusantara, dan CV Cadik Nusantara.

Baca juga :   DKPPU Adakan FGD Tingkatkan Keselamatan Transportasi Udara di Wilayah Papua

“Untuk tahun anggaran 2022, kami telah berhasil menghubungkan sebanyak 153 bandar udara dan 58 lapangan terbang, serta menghubungkan 26 Provinsi dan 102 kabupaten/kota juga telah mengangkut kurang lebih 294.964 penumpang dan kurang lebih 5.805 ton kargo,” papar Putu.

Mengenai tahun anggaran 2023, Putu menjelaskan, total DIPA mencapai Rp 500 miliar yang dialokasikan untuk angkutan perintis penumpang, BBM penumpang, angkutan udara perintis kargo, BBM angkutan udara perintis kargo dan subsidi angkutan kargo.

Pelaksanaan kegiatan angkutan udara perintis 2023, telah menghubungkan sebanyak 152 bandara dan 56 lapangan terbang (lapter), menghubungkan 26 Provinsi dan 100 Kabupaten/Kota, dan mengangkut sebanyak kurang lebih 62.341 penumpang dan kurang lebih 1.078 ton kargo berdasarkan data hingga April 2023.

Dengan lancarnya penyelenggaraan angkutan udara perintis dari tahun ke tahun, untuk itu perlu untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan meskipun di tengah keterbatasan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara/APBN.

“Pada rakor ini kita juga mendengarkan masukan dan usulan dari pemerintah daerah sekaligus penyelenggara bandara dan operator penerbangan untuk usulan program angkutan udara perintis tahun anggaran 2024. Harapannya, semoga program ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita di 3TP,” ujarnya. B

Komentar