BPJT Siapkan Skenario Tambahan Sebelum Uji Coba Penuh MLFF

Gerbang Tol Banyudono Boyolali untuk rute Jalan Tol Solo - Yogyakarta. (dok. jasamarga)
Bagikan

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyiapkan skenario tambahan sebelum melanjutkan uji coba penuh sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF).

Menurut Kepala BPJT Wilan Oktavian, pengujian MLFF saat ini masih berada pada tahap pra-uji coba. “Jadi, kita sekarang masih pra-uji coba, kira – kira begitu,” jelasnya dalam diskusi dengan media di Jakarta.

Dia menuturkan, uji coba sebelumnya baru dilakukan secara terbatas di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Bali Mandara.

Pengujian terdahulu, lanjut Wilan, baru mencakup sekitar 64 skenario yang mayoritas masih berupa skenario positif dan demonstrasi.

“Itu memang yang dicoba kemarin di JORR dan di Bali Mandara, tapi skenario itu baru 64 skenario, itu lebih ke skenario positif dan demo,” katanya.

Oleh karena itu, BPJT kini menyusun skenario tambahan yang dinilai lebih mendekati berbagai kondisi yang mungkin terjadi saat sistem diterapkan.

Wilan mencontohkan skenario tambahan tersebut antara lain untuk pengguna yang tidak memiliki akun hingga kendaraan dengan pelat nomor tidak sesuai.

“Kita sedang menyusun skenario-skenario lain yang sifatnya kemungkinan terjadi, misalnya ada yang tidak punya akun seperti apa, kalau yang pakai plat bodong seperti apa,” ungkapnya.

Wilan menambahkan, seluruh skenario itu perlu dimatangkan sebelum masuk ke tahap uji coba yang sebenarnya.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan seluruh potensi persoalan telah diantisipasi lebih awal karena pada saat uji coba penuh nantinya akan melibatkan banyak pihak.

BPJT juga belum masuk pada pembahasan kebutuhan tambahan investasi atau kompensasi bagi badan usaha jalan tol karena saat ini proses masih berada pada ranah teknis.

“Evaluasi terkait aspek investasi akan dilakukan setelah tahapan teknis selesai dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum,” tuturnya.

Wilan menambahkan, uji coba lanjutan nantinya dilakukan secara menyeluruh atau end-to-end, mulai dari penggunaan aplikasi hingga sistem pembayaran dapat diterima oleh badan usaha jalan tol.

“Uji coba ini kita akan lakukan secara end-to-end, artinya dari mulai download aplikasi sampai ke pembayarannya diterima oleh BUJT maupun PT Roatex,” jelasnya.

Wilan menegasjan, tahapan saat ini masih berada pada fase pra-uji coba, yaitu penyiapan kerangka acuan kerja (Terms Of Reference/TOR) untuk pelaksanaan uji coba. B

Komentar

Bagikan