Bandara Haluoleo Kendari Miliki Counter Helpdesk PMI

Bandara Haluoleo Kendari (Foto: Istimewa)
Bagikan

Bandara Haluoleo Kendari kini memiliki Counter Helpdesk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai fasilitas layanan informasi saat pekerja berangkat dan kembali ke Tanah Air.

Peresmian Counter Helpdesk itu dilakukan oleh Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, didampingi oleh Direktur Pelindungan & Pemberdayaan Kawasan Amerika & Pasifik BP2MI Seriulina Br. Tarigan.

Selain itu, hadir Direktur Sistem & Strategi Penempatan & Pelindungan Kawasan Amerika & Pasifik BP2MI Servulus Bobo Riti, dan Direktur Kepala Pusat Data & Informasi BP2MI Abdul Ghofar, serta Kabandara Haluoleo Kendari Benyamin Noach Apituley dan Komandan Lanud Kolonel Pnb Muzafar.

Bandara Haluoleo (sebelumnya Bandar Udara Wolter Monginsidi) yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara memberikan ruangan khusus untuk menjadi Counter Helpdesk guna membantu para PMI.

Baca juga :   Pemerintah Operasionalkan Lagi Tiga Bandara Layani Penerbangan Internasional

Sebelumnya, BP2MI bersinergi dengan PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator bandara untuk mewujudkan pelayanan bagi PMI sebagai warga negara VVIP.

Pelayanan itu saat akan berangkat bekerja ke luar negeri atau sewaktu kembali ke Tanah Air dengan menyediakan fasilitas yang nyaman di bandara.

Sinergi antara kedua pihak itu diresmikan dengan Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dengan Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin pada Jumat (4/9/2020) di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten.

Terdapat lima ruang lingkup dalam Nota Kesepahaman itu, yakni fasilitas jalur khusus bagi PMI dalam rangka memberikan kelancaran pelayanan kepulangan dan keberangkatan, sebagaimana selama ini diberikan bagi fasilitas diplomatik dan pejabat.

Baca juga :   Bandara DC Saudale Berbenah di Tengah Pandemi Covid 19

Selain itu, fasilitasi ruangan helpdesk yang akan memberikan informasi layanan bagi PMI, kemudian fasilitasi lounge bagi PMI yang akan digunakan sebagai ruang tunggu yang nyaman.

Ruang lingkup lainnya adalah fasilitasi display (booth) bagi produk PMI pada terminal kedatangan, yang merupakan fasilitas untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan PMI Purna yang memiliki kualitas dan standard ekspor.

Ruang lingkup kelima mengenai promosi program pelayanan dan pelindungan PMI, melalui media advertising di bandara yang dimiliki AP II untuk menyosialisasikan program BP2MI maupun program pemerintah lainnya. B

Komentar

Bagikan