Bandara Emalamo Sanana Gerbang Udara Kepulauan Sula

Kepala Bandara Elalamo Sanana Syaifullah Siregar
Kepala Bandara Elalamo Sanana Syaifullah Siregar

Sanana adalah ibukota kabupaten Kepulauan Sula. Untuk mencapai kota kabupaten di selatan Ternate itu, melalui jalur laut dari pelabuhan Ternate ke Sanana dibutuhkan waktu sekitar 18 jam.

Tak mengherankan ketika masa jayanya penerbangan, yakni sebelum pandemi, penerbangan dari Ternate-Sanana dan sebaliknya sangat diminati masyarakat.
Lama penerbangan dibawah satu jam, harga tiketnya lumayan terjangkau untuk masyarakat.

Kepala Bandara Elalamo Sanana Syaifullah Siregar mengatakan penerbangan Sanana-Ternate dilayani maskapai penerbangan Trigana Air menggunakan pesawat ATR 42-500 empat kali seminggu, dua hari diantaranya dua kali sehari sehingga totalnya enam kali seminggu.

“Peminat tinggi sekali, karena memperpendek waktu tempuh melalui moda laut 18 jam menjadi hanya dibawah satu jam. Masyarakat antusias sekali dengan penerbangan tersebut,” ujar Kabandara Elalamo Syaifullah Siregar didampingi Kadishub Kabupaten Kepulauan Sula Ahmad Yasin Hayatuddin dan PPK Bandara Elalamo Rusdi Diponegoro.

Baca juga :   Karantina Wisman Dipangkas Jadi Lima Hari

Kabandara menjelaskan penerbangan Ternate-Sanana merupakan bagian dari penerbangan Trigana Air dari Ambon-Sanana-Ternate. Penumpang dari Ambon-Sanana lebih sedikit dibandingkan penumpang Sanana-Ternate, karena itu untuk rute Sanana-Ternate satu hari dilakukan dua kali untuk dua kali penerbangan seminggu.

Yang menarik adalah rute penerbangan Ambon-Sanana dan Sanana-Ternate bukanlah penerbangan perintis (subsidi) tetapi masuk kategori penerbangan komersial.

“Daya beli masyarakat lumayan tinggi, karena itu penerbangan masuk kategori komersial. Namun karena kondisi pandemi yang melanda semua wilayah sejak Maret tahun lalu, penerbangan tersebut sementara stop operasi,” ujar Syaifullah Siregar.

Saat ini Kabandara Emalamo Sanana dengan pemerintah Kab. Sula sedang melakukan penjajakan kembali dengan beberapa airlines untuk terbang ke Kep. Sula, sehingga transportasi udara terbuka kembali ke Kep. Sula, dimana masyarakat Sula sudah lama mendambakan kembali ada pesawat ke Sula. B

Baca juga :   Hotel Niagara Parapat Icon Pariwisata Sumatra Utara