Bandara Atung Bungsu Terus Dikembangkan Dukung Sektor Pariwisata

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara Atung Bungsu, Rabu (19/1/2022). (Istimewa)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan Bandara Atung Bungsu setelah diserahkan pengelolaanya oleh Pemkot Pagar Alam kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub pada awal tahun 2020.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pengembangan Bandara Atug Bungsu yang terletak di Desa Mingkik, Kecamatan Dempo, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan ini dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata daerah setempat.

“Dua tahun lalu saya datang kesini keadaanya belum baik. Sekarang kondisinya bandara ini sudah di atas rata-rata untuk bandara dengan panjang runway 1.600 meter,” katanya saat meninjau Bandara Atung Bungsu, Rabu (19/1/2022).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, serta Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Silampari Mega Herdiansyah, serta jajaran Forkompinda wilayah Pemerintah Kota Pagar Alam.

Menhub menjelaskan, Kota Pagar Alam menjadi salah satu destinasi wisata potensial di Provinsi Sumatra Selatan. “Wisata ada suatu kegiatan yang menghasilkan pendapatan bagi daerah. Kalau banyak tamu datang kesini, maka ekonomi daerah dan nasional akan bergerak,” ujarnya.

Budi Karya mengajak pemerintah daerah untuk mendukung optimalisasi prasarana dan sarana transportasi yang sudah ada dengan mempromosikan potensi wisata yang ada di Pagar Alam.

Baca juga :   Menparekraf Dorong Pengembangan KEK Singosari Fokus di Sektor Ekonomi Kreatif

“Prasarana bandaranya sudah memadai, tinggal dukungan Pemda untuk proaktif mengoptimalkan penerbangannya, berkolaborasi dengan daerah sekitarnya untuk meningkatkan tingkat keterisian penumpang,” tuturnya.

Menhub yakin dengan kepemimpinan Wali Kota Pagar Alam, potensi wisata yang ada bisa dioptimalkan.

“Saya ingat waktu kecil pernah berlibur ke Pagar Alam, sangat menarik wisatanya. Mari kita bangun sama-sama kota ini. Saya yakin gubernur, wali kota, dan jajarannya bisa melakukannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni menyampaikan terima kasih kepada Kemenhub yang telah membangun dan mengembangkan fasilitas transportasi udara di Kota Pagar Alam.

“Pak Menhub adalah menteri pertama kali yang sudah datang dua kali ke Kota Pagar Alam. Pertama di tahun 2019, dimana kondisi bandara belum semegah sekarang,” tutur Alpian.

Wali Kota Pagar Alam mengungkapkan, sebagai kota yang mengandalkan sektor pariwisata, kehadiran prasarana dan sarana transportasi dapat melancarkan konektivitas dari dan menuju Pagar Alam.

“Kami berharap kondisi kota Pagar Alam yang sempat terpuruk karena pandemi dapat segera pulih kembali. Dengan kehadiran bandara yang megah ini diharapkan segera diikuti penambahan penerbangan secara rutin,” ungkapnya.

Baca juga :   Delegasi Aceh meninjau Pulau Zaya Nurai, kawasan wisata mewah milik Murban Energy

Selain penambahan fasilitas transportasi udara, Kemenhub juga memberikan bantuan satu unit bus sekolah kepada Pemkot Pagar Alam pada tahun 2020.

Kota Pagar Alam memiliki banyak potensi wisata seperti air terjun, perkebunan, situs batu megalitikum dan wahana petualangan.

Selain itu, kota ini juga memiliki potensi sumber daya alam melimpah seperti: perkebunan karet, teh, sawit, tambang batu bara, Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Panas, dan serta adanya beberapa perusahaan asing memiliki kantor di Pagar Alam.

Saat ini, Bandara Atung Bungsu memiliki landasan pacu (runway) seluas 1.500 m x 30 m, landas hubung (taxiway) seluas 186 m x 15 m, landas parkir (apron) 110 m x 70 m, dan terminal penumpang seluas 2.350 m² yang dapat menampung lebih dari 233.000 penumpang pertahunnya.

Bandara ini melayani penerbangan Wings Air setiap hari dengan rute Palembang-Pagar Alam-Palembang dan penerbangan perintis Susi Air sebanyak empat kali seminggu dengan rute Bengkulu-Pagar Alam-Palembang.

Namun karena pandemi, kini hanya dilayani oleh maskapai Susi Air, tapi tren jumlah penumpang setiap tahunnya semakin meningkat.

Pada tahun 2020 terdapat 170 penumpang dan pada 2021 meningkat menjadi 804 penumpang. B

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here