Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menegaskan peran penting Balai Yasa Manggarai sebagai pusat kompetensi perawatan sarana perkeretaapian nasional.
Dalam kunjungannya, dia menjelaskan bahwa Balai Yasa Manggarai terus berkembang menjadi lokomotif inovasi yang mendukung transformasi layanan KAI menuju standar kelas dunia.
“Balai Yasa Manggarai memiliki peran strategis dalam mendukung operasional kereta api nasional. Dengan kompetensi yang terus berkembang, saya melihat Balai Yasa mampu mandiri, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan KAI di bidang sarana,” ujarnya.
Sepanjang Semester I/2025, Balai Yasa Manggarai mencatatkan kinerja mengesankan.
Sebanyak 267 unit kereta berhasil menjalani perawatan dua tahunan dan empat tahunan sesuai program.
Pada perawatan Genset MO/GO, realisasi bahkan melampaui target dengan 25 unit dari rencana 24 unit atau setara 104% pencapaian.
Hasil ini mencerminkan ketepatan, ketelitian dan konsistensi Balai Yasa Manggarai dalam menjaga kesiapan sarana untuk pelayanan penumpang.
Balai Yasa Manggarai juga berperan penting dalam program investasi Kereta Ekonomi New Generation Modifikasi.
Dari target 52 unit, hingga Agustus 2025 sebanyak 48 unit telah berhasil diselesaikan atau setara 92,3%.
Sisanya ditargetkan rampung pada September 2025 sehingga dapat segera mendukung peningkatan kenyamanan perjalanan bagi pelanggan.
Pada tahun 2023, Balai Yasa Manggarai berhasil memodifikasi 12 unit kereta New Generation, 4 unit kereta kompartemen dan 3 unit kereta makan.
Tahun 2024, capaian meningkat signifikan dengan 60 unit kereta New Generation, 1 unit kereta kompartemen dan 2 unit kereta makan.
Pada tahun 2025, inovasi berlanjut dengan target pengerjaan 52 unit kereta New Generation dan 4 unit kereta kompartemen yang saat ini dalam proses penyelesaian.
Menurut Vice President Public Relations KAI Anne Purba, pencapaian Balai Yasa Manggarai mencerminkan kompetensi internal KAI yang semakin berkembang.
“Inovasi dan kinerja yang dihasilkan Balai Yasa Manggarai menunjukkan kualitas sumber daya KAI yang unggul. Setiap pencapaian memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pelanggan, sekaligus memperkuat posisi KAI sebagai penyedia transportasi publik yang modern, aman, dan andal,” jelasnya.
Komitmen terhadap kualitas juga diperkuat dengan penerapan berbagai standar kerja. Balai Yasa Manggarai telah mengantongi sertifikasi ISO 37000:2018 Anti Penyuapan, ISO 9001:2018 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 45001:2018 Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Sertifikasi ini menjadi cerminan profesionalisme dalam tata kelola, mutu layanan dan lingkungan kerja yang sehat, serta aman.
“Dengan capaian kinerja, inovasi, dan standar yang terus dijaga, Balai Yasa Manggarai semakin kokoh sebagai pilar strategis yang menopang transformasi KAI,” tutur Anne.
Ke depan, lanjutnya, seluruh Balai Yasa akan diarahkan menjadi pusat perawatan dan inovasi sarana yang memberi nilai tambah bagi perusahaan dan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami optimistis, keberhasilan Balai Yasa Manggarai akan semakin memperkuat layanan KAI yang andal, modern, nyaman dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan,” ungkap Anne. B