ASDP Siapkan Layanan Mudik Aman dan Terjangkau saat Angkutan Lebaran 2026

Aktivitas penyeberangan di pelabuhan. (dok. asdp.id)
Bagikan

PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) menyatakan, dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam menghadirkan stimulus sektor transportasi pada periode Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman, tertib serta lebih terjangkau.

Pemerintah akan menerapkan diskon tarif jasa kepelabuhanan pada angkutan penyeberangan sebesar 100% untuk periode 12 – 31 Maret 2026, dengan target layanan nasional mencapai 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Kebijakan ini diharapkan menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus membantu distribusi arus kendaraan dan penumpang selama periode mudik.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menegaskan, ASDP siap mendukung implementasi program tersebut melalui kesiapan operasional pelabuhan, armada dan penguatan layanan digital di lintasan penyeberangan utama.

“Kami menyambut baik stimulus transportasi Lebaran sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat menekan biaya perjalanan, sekaligus memastikan arus mudik lebih merata. ASDP akan mengoptimalkan kesiapan operasional agar layanan tetap aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.

Heru menegaskan, ASDP mendukung penuh program stimulus pemerintah tersebut, tapi implementasi pemberian diskon tarif pada periode layanan Angkutan Lebaran masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai dasar pelaksanaan teknis di lapangan, sehingga penerapan kebijakan nantinya dilakukan secara serentak dan terkoordinasi di seluruh pemangku kepentingan.

ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4%, dengan kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau meningkat 9,3%.

Dengan kesiapan tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas logistik selama mudik dan arus balik Lebaran.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

Antara lain penetapan Surat Keputusan Bersama terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026 dan melakukan koordinasi intensif dengan Korlantas Polri, serta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Koordinasi tersebut untuk mendukung kelancaran arus kendaraan dan pengaturan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan pemberian stimulus transportasi guna mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi pada waktu tertentu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pada periode libur hari besar nasional tahun ini pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp 911,16 miliar yang bersumber dari APBN maupun non-APBN.

Pemerintah juga memberikan fleksibilitas hari kerja bagi ASN dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret guna membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan mengurai kepadatan arus mudik.

ASDP turut mendukung Program Mudik Gratis 2026 di sejumlah lintasan penyeberangan, termasuk wilayah Aceh dan kawasan kepulauan sekitarnya, serta integrasi perjalanan peserta dari Jakarta menuju Lampung melalui layanan Merak – Bakauheni.

Pendaftaran Mudik Gratis ASDP resmi dibuka 12 Februari 2026 dengan kuota terbatas.

Untuk mekanisme pendaftaran, calon pengguna jasa diwajibkan menyiapkan kartu identitas diri sebagai persyaratan administrasi.

Informasi terkait pendaftaran dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @asdp_id, dengan tautan pendaftaran akan ditampilkan melalui barcode yang disediakan.

Selanjutnya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan mengisi serta melengkapi data diri sesuai dengan identitas yang berlaku.

Guna menjaga kelancaran layanan, pengguna jasa diimbau membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy maksimal H-60 sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal tiket.

Masyarakat juga diminta memantau potensi cuaca ekstrem menjelang Angkutan Lebaran 2026 seiring masih aktifnya Monsun Asia yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan dinamika perairan. B

 

Komentar

Bagikan